PERUBAHAN KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN DAN LINGKUNGAN: KASUS DARI PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN DI KALIMANTAN BARAT, INDONESIA

Entin Daningsih .

Abstract


Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) bertambah banyak di Kalimantan Barat.  Beberapa area bahkan merambah ke daerah konservasi. Perubahan ekonomi di tahun 1998 menimbulkan perubahan politik yang membingungkan masyarakat.  Akibatnya, banyak masyarakat tidak mengikuti peraturan yang ada. Salah satunya adalah kerusakan yang disebabkan PETI. Lebih dari 140.000 ha area di Kalimantan mengalami kerusakan lingkungan karena PETI. Salah satu area ini adalah Cagar Alam sekaligus situs sejarah Mandor.  Tulisan ini merupakan hasil dari beberapa penelitian untuk perubahan keaneka-ragaman  tumbuhan dan lingkungan serta focus group discussion (FGD) yang melibatkan pemimpin formal dan informal setempat.  Analisa vegetasi menunjukkan Cyperus alatus, Melastoma affine, dan Eleocharis artropurpurae sebagai tumbuhan dominan di daerah bekas PETI di Mandor. Namun, hanya Melastoma affine yang ditemukan di daerah hutan sekunder dan primer. Melastoma affine kemudian diuji dan dianalisis potensinya sebagai fitoremediasi. FGD yang melibatkan pemimpin formal dan informal menyimpulkan pengelolaan Cagar Alam Mandor memerlukan ketegasan pihak berwenang diikuti dengan peraturan yang jelas, peningkatan ekonomi dan keterampilan masyarakat lokal.

Kata kunci: Keanekaragaman tumbuhan, fitoremediasi, FGD, penambangan emas


Full Text:

HAL : 207-214 (PDF)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.