PERLINDUNGAN KONSUMEN ATAS PELANGGARAN ASAS ANIKONISME DALAM BISNIS SOFTWARE EDUKASI INTERAKTIF BERBASIS TARBIAH ISLAM (CONSUMER PROTECTION OF ANICONISM IN INTERACTIVE SOFTWARE BUSINESS)

PANDU ADITYA AFFANDI, S.Kom NPM. A2021151028

Abstract


ABSTRAK

            Kebolehan memproduksi software edukasi interaktif berbasis tarbiah Islam dalam syari’at Islam sepatutnya diikuti kesadaran pelaku usaha dengan mengikat diri kepada kaidah yang berlaku dalam hukum Islam. Dalam makalah ini penulis menggunakan metode normatif dengan merujuk kepada dalil Al-Qur’an dan Hadits serta kaidah-kaidah fiqih hingga fatwa ulama yang secara khusus mengangkat kedudukan hukum anikonisme/ laa tashwir serta Undang-Undang yang berlaku. Di antara kaidah dimaksud yakni: (1) tidak boleh melanggar asas tashwir/ anikonisme yakni menggambar makhluk hidup bernyawa secara khusus larangan melukis sosok para Nabi dan Rasul; (2) tidak boleh berbuat sesuatu yang membahayakan/ laa dharar wa laa dhirara; (3) memenuhi asas Sadd Zari’ah yakni asas preventif dari hal-hal yang membahayakan, (4) pelaku usaha bersikap wara’/ berhati-hati dalam metode penyampaian dan penerapan agama/ manhaj, (5) dalam mu’amalat tidak boleh mengandung unsur khidaa’/ penipuan. Membuat lukisan sosok khayalan para Nabi dan Rasul merupakan perbuatan yang telah melampaui batas. Terlebih perbuatan itu dilakukan tanpa dasar ilmu, maka pelakunya juga dikatakan telah berdusta dalam agama, dan (6) hendaknya pelaku usaha memenuhi asas keamanan dan keselamatan konsumen atas pemanfaatan ilmiah dari software dimaksud.

            Penulis berusaha mengetahui hal-hal substansial dalam produksi software edukasi interaktif berbasis tarbiah Islam: (1) apakah software edukasi interaktif berbasis tarbiah Islam telah sesuai dengan syariat Islam merujuk kepada kaidah fiqih dalam mu’amalat, kaidah ilmiah serta manhaj/ metode dalam penerapan materi; (2) mengetahui keadaan aktual upaya perlindungan konsumen software edukasi interaktif berbasis tarbiah Islam oleh pelaku usaha dalam negeri; (3) penulis juga berusaha memberikan edukasi hukum serta rekomendasi standar baku dalam produksi software edukasi interaktif berbasis tarbiah Islam.

            Apabila kaidah-kaidah tersebut di atas dilanggar maka apa yang terjadi adalah sebagaimana yang dikemukakan atas software yang diproduksi oleh Educa Studio, Salatiga – KABI (Kisah Para Nabi). Problematika hukum terjadi tatkala: (1) software memuat tashwir/ lukisan khayalan para Nabi dan Rasul; (2) produk dalam iklan tidak sesuai dengan barang yang diterima oleh konsumen akhir (guru, orangtua, peserta didik); (3) konsumen telah memenuhi kewajibannya dengan membayar tagihan pembelian akan tetapi hak untuk memperoleh informasi yang benar dan sesuai apa yang dikehendaki syara’ (Agama) serta sesuai standar mutu tidak dipenuhi oleh pelaku usaha. Oleh sebab itu pelaku usaha perlu menghadirkan pakar pendidikan agama Islam dalam proses teknis produksi, guna melengkapi formasi produksi yakni: programmer, desainer, illustrator dan animator. Berdasar uraian sebagaimana tersebut, disusun makalah dengan judul, “PERLINDUNGAN KONSUMEN ATAS PELANGGARAN ASAS ANIKONISME DALAM BISNIS SOFTWARE EDUKASI BERBASIS TARBIAH ISLAM”.

 

Kata kunci: Bisnis Software Edukasi Interaktif, Asas Anikonisme dalam Islam, Software Edukasi Interaktif Berbasis Tarbiah Islam, Perlindungan Konsumen Software Edukasi Interaktif.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Diterbitkan Oleh: Program Magister Hukum Universitas Tanjungpura

ISSN: 0216-2091