UPAYA NON PENAL DALAM MENANGGULANGI KEJAHATAN KESUSILAAN DI KABUPATEN SAMBAS

JURNAL MAHASISWA S2 HUKUM UNTAN ASWIN MAHAWAN, S.H. NPM.A2021141016

Abstract


ABSTRACT

This thesis discusses Non-Penal Efforts in Tackling Serial Crimes in Sambas District. The approach method used in this research is the juridical-sociological approach. From the result of this thesis research, it can be concluded that the Increasing Increasing Evil In Sambas District, the role of the victim in the crime of fornication is relative. For children aged fourteen and above who already know what it is dating, where the victim is easily seduced by her partner who is older or the same age and often also out with her partner and lie to her parents to make them more free lebis. Often the fornication happens because of the same likes from both parties. But there is also a crime of fornication that occurs purely from the intent of the perpetrator, as it now happens to many young children who are woken with money, candy or snacks (snacks). This happens because of the lack of supervision from parents so that such circumstances serve as an opportunity for the perpetrator to commit acts of fornication. Another reason is the environmental factors in which the existence of associations that have not been controlled and the influence in the dress code of dress.

Keywords: Non Penalty, Decorative Crime

ABSRAK

Tesis ini membahas tentang Upaya Non Penal Dalam Menanggulangi Kejahatan Kesusilaan Di Kabupaten Sambas. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Yuridis-sosiologis. Dari hasil penelitian tesis ini diperoleh kesimpulan bahwa Kejahatan Kesusilaan Semakin Meningkat Di Kabupaten Sambas, adanya peranan korban dalam tindak pidana percabulan itu relatif. Bagi anak yang berusia empat belas tahun keatas yang sudah mengenal apa itu pacaran, dimana korban gampang dirayu oleh pasangannya yang lebih tua atau seumuran dan sering pula keluar malam dengan pasangannya serta membohongi orang tuanya sehingga membuat mereka lebis bebas. Kerap kali percabulan itu terjadi karena adanya faktor suka sama suka dari kedua pihak. Tapi ada juga tindak pidana percabulan yang terjadi murni dari niat si pelaku, seperti yang sekarang ini banyak terjadi terhadap anak kecil yang di rayu dengan uang, permen atau snack (makanan ringan). Ini terjadi karena kurangnya pengawasan dari orang tua sehingga keadaan seperti itu dijadikan kesempatan bagi si pelaku untuk melakukan perbuatan percabulan. Alasan lainnya yaitu faktor lingkungan dimana adanya pergaulan yang sudah tidak bisa dikendalikan dan adanya pengaruh dalam tata cara berpakaian berpakaian.

Kata Kunci : Non Penal, Kejahatan Kesusilaan

 

 

 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Diterbitkan Oleh: Program Magister Hukum Universitas Tanjungpura

ISSN: 0216-2091