PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KREDITUR TERHADAP OBJEK AGUNAN YANG MENGGUNAKAN SURAT KUASA MENJUAL APABILA PEMBERI KUASA MENINGGAL DUNIA

JURNAL MAHASISWA S2 HUKUM UNTAN MARGARETHA HARINA, S.H. NPM.A2021151020

Abstract


ABSTRAK

Penggunaan surat kuasa menjual sebagai pengikatan atas objek agunan kredit hendaknya mempunyai perlindungan hukum bagi kreditur dan debitur walaupun pengikatan agunan tersebut bukan melalui lembaga jaminan sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam hal pemberi kuasa meninggal dunia dengan kondisi kredit mengalami cidera janji surat kuasa menjual semestinya bisa digunakan kreditur untuk menjual objek agunan atas kekuasaan sendiri serta mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan tersebut untuk mendapatkan pemenuhan atas pelunasan kredit debitur.

Pengaturan mengenai surat kuasa menjual terdapat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, UU No.10 Tahun 1998 Tentang perubahan atas Undang-Undang No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan, dan Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai (1)Kekuatan hukum dari surat kuasa menjual apabila pemberi kuasa meninggal dunia. (2) Bentuk perlindungan hukum bagi kreditur terhadap objek agunan yang pemberi kuasanya meninggal dunia apabila debitur cidera janji. (3) Upaya hukum yang dilakukan kreditur untuk mendapatkan pemenuhan haknya atas pelunasan utang debitur apabila pemberi kuasa terhadap objek agunan meninggal dunia.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif dengan cara menganalisis bahan-bahan hukum maupun peraturan perundang-undangan yang memiliki kaitan dengan permasalahan dalam penelitian ini secara komprehensif yakni bahan hukum primer,bahan hukum sekunder, maupun bahan hukum tersier yang diperoleh selama melakukan penelitian.

Dari penelitian menunjukkan bahwa surat kuasa menjual tetap mempunyai kekuatan hukum yang mengikat antara kreditur dan debitur walaupun pemberi kuasa meninggal dunia, karena terjadinya pemberian surat kuasa menjual didasarkan adanya unsur perjanjian yang telah disepakati oleh kedua belah pihak dan merupakan perjanjian assecoir dari perjanjian kredit. Perlindungan Hukum bagi kreditur atas penggunaan surat kuasa menjual yang pemberi kuasanya meninggal dunia apabila debitur cidera janji adalah bank sebagai kreditur dapat menjual objek agunan kredit setelah adanya penyerahan suka rela oleh pihak ahli waris, namun apabila terjadi bantahan surat kuasa menjual baik secara bawah tangan ataupun dalam bentuk akta notaril dapat menjadi alat pembuktian telah terjadinya cidera janji/wanprestasi yang dilakukan oleh debitur. Upaya hukum yang dilakukan kreditur untuk mendapatkan pemenuhan haknya atas pelunasan utang debitur apabila pemberi kuasa terhadap objek agunan meninggal dunia adalah dengan melakukan upaya penyelesaian dengan mengeksekusi objek agunan kredit agar dapat segera mengurangi kerugian yang ditimbulkan akibat cidera janji yang dilakukan debitur. Hal ini dilakukan apabila upaya penyelamatan tidak dapat terlaksana. 

Kata kunci : Perlindungan Hukum, Kreditur, Objek Agunan, Surat Kuasa Menjual, Pemberi Kuasa

 

 

 

ABSTRAK

The use of power of attorney selling as a binding on the object of credit collateral shall have legal protection for the creditor and debtor even though the binding of the collateral is not through the guarantee institution in accordance with the applicable provisions. Event that the power of attorney dies with a credit condition suffered an injunction, the pledge of the power of attorney to sell should be used by the creditor to sell the collateral object on his own powers and to take out his receivable from the proceeds to obtain the fulfillment of the debtor's repayment.

The regulation on power of attorney selling is contained in the Civil Code, Law No.10 of 1998 concerning amendment to Act No.7 of 1992 concerning Banking, and Law no. 4 of 1996 on the Deposit Rights. This study aims to know and explain about (1) The legal power of the power of attorney sell when the authorizer dies. (2) The form of legal protection for the creditor against the object of the collateral whose attorney is dying if the debtor breaches the pledge. (3) The legal effort by a creditor to obtain the fulfillment of his / her right to repay the debtor's debt if the authorizer of the collateral object dies.

This study uses normative research methods by analyzing the legal materials as well as legislation that has relevance to the problem in this research comprehensively namely primary legal material, secondary law material, and tertiary legal material obtained during the research.

From the research indicates that the power of attorney sell still has a binding legal force between the creditor and debtor even though the authorizer dies, because the giving of power of attorney sell based on the element of agreement which has been agreed by both parties and is assecoir agreement from credit agreement. Legal Protection for the creditor on the use of power of attorney selling the attorney dying if the debtor breaches the pledge as a creditor can sell the object of credit collateral after the voluntary surrender by the heirs, but if there is a refutation of the power of attorney sell either under the hand or in The form of notarial deed may be a means of proving that there has been a breach of promise / wanprestasi done by the debtor. The legal effort by the creditor to obtain the fulfillment of his / her right to repay the debtor's debt if the authorizer of the collateral object dies is to make settlement effort by executing the object of credit collateral in order to immediately reduce the loss caused by the debtor's injury. This is done if the rescue effort can not be done.

Keywords: Legal Protection, Creditor, Collateral Object, Power of Attorney Sell, Authorizer


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Diterbitkan Oleh: Program Magister Hukum Universitas Tanjungpura

ISSN: 0216-2091