IMPLEMENTASI KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PROSES AMDAL KEGIATAN PERTAMBANGAN BAUKSIT BERDASARKAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 17 TAHUN 2012 (Studi di PT. Harita di Kecamatan Air Upas Kabupaten Ketapang)

Jurnal Mahasiswa s2 Hukum Untan FRANSMINI ORA RUDINI, SH. NPM. A2021151001

Abstract


ABSTRACT This thesis discusses the implementation of community involvement in the Environmental Impact Analysis (EIA) process of bauxite mining activities of PT. Harita in Air Upas Sub-District Ketapang District based on the State Minister of Environment Regulation Number 17 of 2012 on Guidelines for Community Involvement in the Environmental Impact Analysis and Environmental Permit Process. In addition it also has a purpose that is to reveal and analyze the constraints that affect the implementation of community involvement in the Environmental Impact Analysis (EIA) process of mining activities bauxite PT. Harita in Air Upas Sub-District Ketapang District and efforts to overcome the obstacles that affect the implementation of community involvement in the EIA process of bauxite mining activities of PT. Harita in Air Upas Sub-District Ketapang District. Through literature study using empirical legal approach method, it is concluded that community involvement in EIA process of bauxite mining activities of PT. Harita in Air Upas Sub-District Ketapang District has not been implemented in accordance with the provisions of the State Minister of Environment Regulation Number 17 of 2012 on Guidelines for Community Involvement in the Environmental Impact Analysis and Environmental Permit Process. The constraints that affect the implementation of community involvement in the EIA process of bauxite mining activities of PT. Harita in Air Upas Sub-District Ketapang District, among others: (a) the low Human Resource (HR) of affected people; (B) lack of knowledge and understanding of affected people about the importance of their involvement in the EIA drafting process; And (c) lack of socialization carried out by the Ketapang District Environmental Office (EO), Head of Air Upas Subdistrict and all Village Heads in Air Upas Sub-District Ketapang District to the community affected by the bauxite mining activities. Efforts to overcome the obstacles that affect the implementation of community involvement in the Sub-District process of bauxite mining activities of PT. Harita in Air Upas Sub-District Ketapang District by increasing the frequency of socialization in the form of counseling and legal information related to the involvement of the community in the Sub-District process conducted by the Environment Office (EO) Ketapang District, Air Upas Sub-District and all Village Heads in Air Upas Sub-District Ketapang District to Community members affected by bauxite mining activities PT. The Harita. Keywords: Implementation, Community Involvement, EIA.
2
ABSTRAK Tesis ini membahas tentang implementasi keterlibatan masyarakat dalam proses AMDAL kegiatan pertambangan bauksit PT. Harita di Kecamatan Air Upas Kabupaten Ketapang berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2012 tentang Pedoman Keterlibatan Masyarakat Dalam Proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup dan Izin Lingkungan. Di samping itu juga mempunyai tujuan yaitu untuk mengungkapkan dan menganalisis kendala-kendala yang mempengaruhi implementasi keterlibatan masyarakat dalam proses AMDAL kegiatan pertambangan bauksit PT. Harita di Kecamatan Air Upas Kabupaten Ketapang dan upaya mengatasi kendala-kendala yang mempengaruhi implementasi keterlibatan masyarakat dalam proses AMDAL kegiatan pertambangan bauksit PT. Harita di Kecamatan Air Upas Kabupaten Ketapang. Melalui studi kepustakaan dengan menggunakan metode pendekatan hukum empiris diperoleh kesimpulan, bahwa keterlibatan masyarakat dalam proses AMDAL kegiatan pertambangan bauksit PT. Harita di Kecamatan Air Upas Kabupaten Ketapang belum diimplementasikan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2012 tentang Pedoman Keterlibatan Masyarakat Dalam Proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup dan Izin Lingkungan. Adapun kendala-kendala yang mempengaruhi implementasi keterlibatan masyarakat dalam proses AMDAL kegiatan pertambangan bauksit PT. Harita di Kecamatan Air Upas Kabupaten Ketapang, antara lain: (a) rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM) dari warga masyarakat yang terkena dampak; (b) kurangnya pengetahuan dan pemahaman dari warga masyarakat yang terkena dampak mengenai pentingnya keterlibatan mereka di dalam proses penyusunan AMDAL; dan (c) kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Ketapang, Camat Air Upas dan seluruh Kepala Desa di Kecamatan Air Upas Kabupaten Ketapang kepada warga masyarakat yang terkena dampak dari kegiatan pertambangan bauksit tersebut. Upaya mengatasi kendala-kendala yang mempengaruhi implementasi keterlibatan masyarakat dalam proses AMDAL kegiatan pertambangan bauksit PT. Harita di Kecamatan Air Upas Kabupaten Ketapang dengan cara meningkatkan frekuensi sosialisasi berupa penyuluhan dan penerangan hukum berkaitan dengan keterlibatan masyarakat dalam proses AMDAL yang dilakukan oleh Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Ketapang, Camat Air Upas dan seluruh Kepala Desa di Kecamatan Air Upas Kabupaten Ketapang kepada warga masyarakat yang terkena dampak dari kegiatan pertambangan bauksit PT. Harita tersebut.
Kata Kunci : Implementasi, Keterlibatan Masyarakat, AMDAL.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Diterbitkan Oleh: Program Magister Hukum Universitas Tanjungpura

ISSN: 0216-2091