KEBIJAKAN NON PENAL PENANGANAN KORBAN PENGGUNAAN INHALEN DI KALANGAN ANAK DI KABUPATEN SANGGAU

Jurnal Mahasiswa s2 Hukum Untan DWI HARJANA, SH. NPM. A2021151079

Abstract


ABSTRAK Tesis ini membahas tentang kebijakan non penal penanganan korban penggunaan inhalen di kalangan anak di Kabupaten Sanggau. Di samping itu juga mempunyai tujuan yaitu untuk mengungkapkan dan menganalisis sebab-sebab terjadinya penggunaan inhalen di kalangan anak di Kabupaten Sanggau, kebijakan penanganan korban penggunaan inhalen di kalangan anak yang selama ini sudah dilakukan di Kabupaten Sanggau, dan perumusan kebijakan penanganan korban penggunaan inhalen di kalangan anak di masa yang akan datang. Melalui studi kepustakaan dengan menggunakan metode pendekatan hukum empiris diperoleh kesimpulan, bahwa sebab-sebab terjadinya penggunaan lem (inhalen) di kalangan anak di Kabupaten Sanggau dikarenakan faktor intern dan faktor ekstern. Adapun faktor intern, meliputi: individu dari si anak yang mentalnya masih labil sehingga mudah terpengaruh dengan teman-teman sepergaulannya. Sedangkan faktor ekstern, meliputi: lingkungan pergaulan dan faktor keluarga, di mana orang tua kurang memperhatikan kondisi anaknya. Kebijakan penanganan korban penggunaan inhalen di kalangan anak yang selama ini sudah dilakukan di Kabupaten Sanggau, meliputi: (a) Sebelum terjadinya kasus melalui upaya pencegahan dengan peningkatan kesadaran, pemahaman dan kepedulian masyarakat luas dan para orang tua guna berperan serta dalam melakukan antisipasi sedini mungkin bagi anak yang menjadi korban penyalahgunaan lem (inhalen) melalui sosialisasi dan penyuluhan hukum tentang bahaya penggunaan lem (inhalen) di sekolah-sekolah dan di desa-desa; dan (b) Setelah terjadinya kasus melalui upaya reintegrasi, rehabilitasi sosial dan kesehatan bagi anak yang menjadi korban penyalahgunaan lem (inhalen), berupa interogasi, cek kesehatan untuk memastikan tingkat gangguan mental dari anak-anak tersebut. Apabila gangguan mental tidak terlalu parah, maka Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau melakukan konseling dan dikembalikan kepada orang tuanya. Namun, apabila korban sudah kehilangan akal sehatnya, maka akan ditempatkan di Rumah Sakit Jiwa. Perumusan kebijakan penanganan korban penggunaan zat adiktif jenis lem (inhalen) di kalangan anak yang berorientasi pada pendekatan non penal melalui ketentuan hukum, setidaknya mencakup hal-hal sebagai berikut: (1) Pihak-pihak (institusi-institusi) yang terlibat dalam melakukan penanganan terhadap korban penggunaan zat adiktif jenis lem (inhalen); (2) Pendanaan untuk melakukan rehabilitasi bagi korban penggunaan zat adiktif jenis lem (inhalen); (3) Tempat atau sarana untuk melakukan rehabilitasi bagi korban penggunaan zat adiktif jenis lem (inhalen); (4) Metode dalam melakukan rehabilitasi bagi korban penggunaan zat adiktif jenis lem (inhalen); dan (5) Peran serta orang tua korban dalam melakukan rehabilitasi.
Kata Kunci: Kebijakan Non Penal, Penanganan, Korban Anak, Inhalen.
ABSTRACT This thesis discusses the non penal policy of handling the victims of inhalen use among children in Sanggau District. In addition it also has a purpose that is to reveal and analyze the causes of inhalen use among children in the District Sanggau, the policy of handling victims of inhalen use among children who have been done in Sanggau District, and the formulation of policies for handling victims of inhalen use among the Children in the future. Through literature study using empirical legal approach method obtained the conclusion, that the causes of the use of glue (inhalen) among children in Sanggau District due to internal factors and external factors. The internal factors, including: the individual of the child who mentality is still unstable so easily affected with friends sepergaulannya. While external factors, including: social environment and family factors, where parents are less concerned about the condition of his son. The policy of handling the victims of inhalen use among children that have been done in Sanggau District covers: (a) Prior to the case through prevention efforts with awareness raising, understanding and awareness of the wider community and parents to participate in anticipating as early as possible Children who are victims of glue abuse (inhalen) through socialization and legal counseling about the dangers of using glue (inhalen) in schools and in villages; and (b) Following the case through reintegration efforts, social and health rehabilitation for children who are victims of glue abuse (inhalen), in the form of interrogations, health checks to ascertain the level of mental disturbance of these children. If the mental disorder is not too severe, then the National Narcotics Agency (BNN) Sanggau District counseling and returned to his parents. However, if the victim has lost his common sense, it will be placed in the Mental Hospital. The formulation of the policy of handling victims of the use of addictive substance of the glue type (inhalen) among children oriented towards non penal approach through legal provisions, at least includes the following: (1) Parties (institutions) involved in handling Victims of the use of an addictive substance type of glue (inhalen); (2) Funding for rehabilitation for victims of the use of an addictive substance type of glue (inhalen); (3) Places or facilities for rehabilitation for victims of the use of an addictive substance type of glue (inhalen); (4) Method of rehabilitation for victims of the use of addictive substance of the type of glue (inhalen); and (5) Parents' participation in rehabilitation.
Keywords: Non Penal Policy, Handling, Child Victim, Inhale


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Diterbitkan Oleh: Program Magister Hukum Universitas Tanjungpura

ISSN: 0216-2091