Kondisi Tutupan Terumbu Karang di Perairan Timur Pulau Kabung, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat

Berdya Diatn Palias, Yusuf Arief Nurrahman, Shifa Helena

Abstract


Pulau Kabung termasuk bagian kawasan konservasi perairan Pulau Randayan yang memiliki ekosistem terumbu karang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi terumbu karang, guna menjaga kelestarian atau untuk pertimbangan bagi konservasi di perairan pesisir Pulau Kabung. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan teknik pengambilan data menggunakan metode Point Intercept Transect (PIT), dengan 3 stasiun pada kedalaman 4 sampai 6 meter. Hasil penelitian menunjukkan persentase tutupan karang hidup berkisar antara 30,5% sampai 50,25%, persentase tutupan karang hidup tersebut tergolong dalam kategori sedang. Nilai indeks keanekaragaman tutupan karang hidup berkisar 0,97 sampai 1,74 menunjukkan keanekaragaman rendah hingga sedang, indeks keseragaman berkisar antara 0,50 sampai 0,82 menunjukkan keseragaman karang hidup sedang hingga tinggi, dan indeks dominansi berkisar antara 0,23 sampai 0,58 menunjukkan dominansi karang hidup rendah hingga sedang. Lifeform terumbu karang diperairan Pulau Kabung yang mendominasi yaitu Coral Massive. Kondisi lingkungan perairan Pulau Kabung masih tergolong dalam keadaan yang optimum bagi kehidupan dan pertumbuhan terumbu karang.


Keywords


Keanekaragaman, Terumbu karang, Point Intercept Transect, Pulau Kabung

Full Text:

PDF

References


Adrianto. 2016. Variasi Morfologi Karang Bercabang ( Branching ) Berdasarkan Zona Terumbu Karang di Perairan Pulau Badi Kabupaten Pangkep. Skripsi. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Arsyad, M., Eryati, R. dan Ritonga, I.R. 2014. Analisis Penutupan Substrat Dasar pada Ekosistem Terumbu Karang di Kawasan Taman Pesisir, Kepulauan Derawan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Berau. Jurnal Ilmu Perikanan Tropis. 20:1.

Bahartan, K., Zibdah, M., Ahmed, Y., Israel, A., Brickner, I. and Abelson, A. 2010. Macroalgae in The Coral Reefs of Eilat (Gulf of Aqaba, Red Sea) As A Possible Indicator of Reef Degradation. Journal Marine Pollution Bulletin. 60:759–764.

Banjarnahor, J. 2000. Atlas Ekosistem Pesisir Tanah Grogot, Kalimantan Timur. Jakarta: Puslitbang Oseanologi- LIPI Jakarta.

Boyd, C E. 1979. Water Quality in WarmWater Fish Pound Fish Culture. Agriculture Experiment Station. Auburn: Auburn University.

BPSPL Pontianak. 2019. Rencana Pengelolaan dan Zonasi KKP3K Taman Pulau Kecil Pulau Randayan Kabupaten Bengkayang. Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut. Pontianak: Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Burke, L., Reytar, K., Spalding, M. and Perry, A. 2011. Reefs at Risk Revisited. Washington: World Resources Institute.

Burke, L., Selig, E. and Spalding, M. 2002. Reefs at Risk in Southeast Asia. Washington: World Resources Institute.

Dedi. 2015. Hubungan Parameter Lingkungan Terhadap Prevalensi Penyakit Karang dan Tutupan Karang Hidup. Tesis. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Dedi, Zamani, N.P. dan Arifin, T. 2017. Hubungan Parameter Lingkungan Terhadap Gangguan Kesehatan Karang di Pulau Tunda–Banten. Jurnal Kelautan Nasional. 11(2):105–118.

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (DKKHL). 2016. Rencana Aksi Nasional (RAN). Konservasi Karang Periode I: 2017-2021. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Fadillah, S. A. 2019. Ulasan Hukum Pidana Sanksi pada Terumbu Karang Rusak. Lex Scientia Law Review. 3(2):219-226.

Giyanto, Abrar, M., Hadi, T.A., Budiyanto, A., Hafizt, M., Salatalohy, A. dan Iswari, M.Y. 2017. Status Terumbu Karang di Indonesia 2017. Jakarta: Pusat Penelitian Oseanografi – LIPI.

Hamuna, B., Tanjung, R.H.R., Suwito, S., Maury, H.K. dan Alianto, A. 2018. Kajian Kualitas Air Laut dan Indeks Pencemaran Berdasarkan Parameter Fisika-Kimia di Perairan Distrik Depapre Jayapura. Jurnal Ilmu Lingkungan. 16(1):35-43.

Hidayat, M., Warsidah dan Safitri, I. 2021. Struktur Komunitas Mikroalga Epifit pada Padina dan Caulerpa di Perairan Pulau Kabung Kalimantan Barat. Jurnal Laut Khatulistiwa. 4(1):29–39.

Hill, J. and Wilkinson, C. 2004. Methods for Ecological Monitoring of Coral Reefs. Edisi Ke-1. Townsville: Australian Institute of Marine Science.

Idris, Sw, M.P. dan Rahmat, B. 2019. Kondisi Ekosistem Terumbu Karang di Lokasi dan Bukan Lokasi Penyelaman Pulau Maratua. Jurnal Kelautan Nasional. 14(1):59–69.

Kementerian Lingkungan Hidup [KLH]. 2004. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.51/MENLH/2004 tentang Baku Mutu Air Laut Untuk Biota Laut. Jakarta.

Ludwig, J. A. and J.F. Reynolds. 1988. Statistical Ecology: A Primer Methods and Computing. New York: John Wiley and Sons.

Magris, R.A., Grech, A. and Pressey, R.L. 2018. Cumulative Human Impacts on Coral Reefs: Assessing Risk and Management Implications for Brazilian Coral Reefs. Journal MDPI. 10:26.

Mumby, P. J. 2014. Stratifying Herbivore Fisheries by Habitat to Avoid Ecosystem Overfishing of Coral Reefs. Fish and Fisheries. ResearchGate. DOI: 10.1111/ faf.12078.

Manuputty, A.E.W. dan Djuwariah. 2009. Point Intercept Transect (PIT) untuk Masyarakat Studi Baseline dan Monitoring Kesehatan Karang di Lokasi Daerah Perlindungan Laut (DPL). Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, COREMAP II -LIPI.

Mujiyanto, M., Garcia, M.G., Haryadi, J., Rahayu, R. and Budikusuma, R.A. 2020. Health Status of Coral Reef in Tunda Island, Banten Province, Indonesia. Indonesian Journal of Marine Sciences. 25(2):66–74.

Munua, R., Hamuna, B. dan Kalor, J.D. 2019. Tutupan Terumbu Karang di Perairan Teluk Tanah Merah , Kabupaten Jayapura. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua. 2(1):30–36.

Marion, G.M., Millero, F.J., Camoes, M.F., Spitzer, P., Feistel, R. dan Chen, C.T.A. 2011. pH of Seawater. Jurnal Marine Chemistry. 126:89-96.

Muqsit, A., Purnama, D. dan Ta’alidin, Z. 2016. Struktur Komunitas Terumbu Karang di Pulau Dua Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara. Jurnal Enggano. 1(1):75–87.

Mutmainah, H. dan Clara, R. S. 2017. Analisa Sebaran Tutupan dan Indeks Mortalitas Terumbu Karang di Perairan Sekitar Selat Pagai Mentawai. Jurnal Akuatika Indonesia. 2(1):43-57.

Nontji, A. 2002. Laut Nusantara.. Jakarta: Penerbit Djambatan.

Nurcahyanto, T., Muliadi dan Nurrahman, Y.A. 2021. Struktur Komunitas Terumbu Karang di Perairan Teluk Melanau Timur , Pulau Lemukutan. Jurnal Laut Khatulistiwa, 4(1):22–28.

Nybakken, J.W. 1988. Biologi Laut: Suatu Pendekatan Ekologis (terjemahan). Jakarta: PT. Gramedia.

Patty, S.I. 2013. Distribusi Suhu, Salinitas dan Oksigen Terlarut di Perairan Kema, Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah Platax. 1(3):148–157.

Patty, S.I. dan Akbar, N. 2018. Kondisi Suhu, Salinitas, pH dan Oksigen Terlarut di Perairan Terumbu Karang Ternate, Tidore dan Sekitarnya. Jurnal Ilmu Kelautan Kepulauan. 1:1-10.

Pramika, L., Muliadi dan Minsas, S. 2021. Struktur Komunitas Makrozoobentos di Perairan Pulau Kabung. Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat, Jurnal Laut Khatulistiwa. 4:10-19.

Safitri, M. dan Putri, M.R. 2013. Kondisi Keasaman (pH) Laut Indonesia. Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian. ITB. Bandung.

Sari, S.S., Nurahman, Y.A. dan Helena, S. 2022. Pemetaan Sebaran Terumbu Karang Pulau Kabung Menggunakan Citra Satelit Multi Resolusi. Jurnal Laut Khatulistiwa. 5(2):71-78.

Setiawan, F., Razak, T.B., Idris dan Estradivari. 2013. Komposisi Spesies dan Perubahan Komunitas Ikan Karang di Wilayah Rehabilitasi Ecoreef Pulau Manado Tua, Taman Nasional Bunaken. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 5(2):377-389.

Sirait, M., Rahmatia, F. dan Pattulloh, P. 2018. Komparasi Indeks Keanekaragaman dan Indeks Dominansi Fitoplankton di Sungai Ciliwung Jakarta. Jurnal Kelautan. 11(1):75-79.

Steen, R.G. and L. Muscatine. 1987. Low Temperature Evokes Rapid Exocytosis of Symbiotic Alge by Sea Anemon. Biol. Bull.

Sudiarta, I.K. 1995. Struktur Komunitas Biota Ekosistem Terumbu Karang dan Pemintakatan Kawasan Wisata Bahari Pulau Lembongan, Bali. Program Pasca Sarjana. Bogor: lnstitut Pertanian Bogor.

Suharsono. 1991. Bulu seribu (Acanthaster planci), Balai Penelitian dan Pengembangan Biologi Laut. Jakarta: Puslitbang Oseanologi-LIPI Jakarta.

Sukarno. 1995. Mengenal Ekosistem Terumbu Karang dalam Diktat Pelatihan Metodologi Penelitian Ekosistem Terumbu Karang. Jakarta: Puslitbang Oseanologi LIPI.

Sukmara, A., Siahainenia, A.J. dan Rotinsulu, C. 2001. Panduan Pemantauan Terumbu Karang Berbasis Masyarakat. Jakarta: COREMAP Indonesia.

Sutamihardja, R.T.M. 1987. Kualitas dan Pencemaran Lingkungan. Fakultas Pascasarjana. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

U.S. Coral Reef Task Force. 2016. Handbook on Coral Reef Impacts: Avoidance, Minimization, Compensatory Mitigation, and Restoration. United State: U.S. CRTF.

Zamani, N.P. 2015. Kelimpahan Acanthaster Planci Sebagai Indikator Kesehatan Karang di Perairan Pulau Tunda, Kabupaten Serang, Banten. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 7(1):273-286.

Zurba, N. 2019. Pengenalan Terumbu Karang Sebagai Pondasi Utama Laut Kita. Lhokseumawe: Unimal Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/lkuntan.v5i3.56285

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright © 2021 Jurnal Laut Khatulistiwa, except certain content provided by third parties. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Free counters!