Struktur Komunitas Terumbu Karang di Perairan Teluk Melanau Timur, Pulau Lemukutan

Taufik Nurcahyanto, Muliadi Muliadi, Yusuf Arief Nurrahman

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas terumbu karang dan mengetahui kondisi parameter lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan terumbu karang di Teluk Melanau Timur, Pulau Lemukutan. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan teknik pengambilan data menggunakan metode line intercept transect (LIT) dari 3 stasiun dan dua kedalaman berbeda (2-3 m dan 5-6 m). Hasil penelitian diperoleh tutupan terumbu karang pada kedalaman 2-3 m berkisar antara 17,76% sampai 38,06% dan pada kedalaman 5-6 m berkisar antara 11,14% sampai 48,28%. Nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 0,80 sampai 1,74, indeks keseragaman berkisar antara 0,57 sampai 0,82, indeks dominansi berkisar antara 0,21 sampai 0,57.


Keywords


Terumbu Karang, Line Intercept Transect, Tutupan Karang Hidup, Struktur Komunitas

Full Text:

PDF

References


Abdurrahmat, F. 2011. Metodologi Penelitian Tekhnik Penyusunan. Bineka Cipta, Jakarta. (Skripsi). 99 hal.

Bengen, D.G. 2000. Teknik Pengambilan Contoh dan Analisis Data Biofisik Sumberdaya Pesisir, PKSPL IPB. Bogor. 88 hal.

Burke, L., E. Selig. dan M. Spallding. 2002. Terumbu karang yang Terancam di Asia Tenggara, Ringkasan Untuk Indonesia, Terjemahan dari Reefs at Risk in Southeast Asia. Kerjasama antara WRI, UNEP, WCMC, ICLARM dan ICRAN. 40 hal.

English, S., C. Wilkinson dan V. Baker. 1994. Survey Manual for Tropical Marine Resources, Australian Institute of Marine Sciences,Townsville.

English, S., C. Wilkinson dan V. Baker. 1997, Survey Manual for Tropical Marine Resources, Australia: ASEAN – Australia Marine Science Project Living Coastal Resources.

Gomes, E.D. dan H. Yap. 1984. Monitoring Reef Condition. Dalam Kenchington, R.A, dan B. Hudson E.T. (ed). Coral Reef Management Hand Book. Unesco Regional Office for Science and Technology for South East Asia, Jakarta, 187-195 pp.

Kementerian Lingkungan Hidup [KLH]. 2004. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.51/MENLH/2004 tentang Baku Mutu Air Laut Untuk Biota Laut.Jakarta.

Krebs. 2014. Ecological Methodology (Fourth Edition), Ecology at the University of Canberra and the Biodiversity Center at the University of British Columbia, Camberra.

Mulya, M.B. 2006. Kondisi Terumbu Karang Hidup Berdasarkan Persen Tutupan di Pulau Karang Provinsi Sumatera Utara dan Hubungannya Dengan Kualitas Perairan, Jurnal Komunikasi Penelitian. 18 (2):1-6.

Nababan, T.M., 2009, Persen Tutupan (Percent Cover) Terumbu Karang di Bagian Timur Perairan Pulau Rubiah Nanggroe Aceh Darussalam. Skripsi Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Suma-Tera Utara.

Nontji, A. 1993. Laut Nusantara, Penerbit Djambatan, Jakarta. 376 hal.

Odum, E.P. 1971. Fundamental of Ecology, 3 rd Edition, W.B Sounders Co, Philadelphia dan London, IPB, Bogor.

Odum, E.P. 1998. Fundamentals of Ecology, 5rd Edition, Holt, Reinhart, Winston, Inc, New York. 697 p.

Patty. 2013. Distribusi Suhu, Salinitas, dan Oksigen Terlarut di Perairan Kema, Sulawesi Utara, LIPI, Jakarta.

Pranata, N.B., Muliadi danA.S.S. Sanova. 2018. Kondisi Ekosistem Terumbu Karang di Teluk Cina, Pulau Lemukutuan, Kalimantan Barat. J. Laut Khatulistiwa, 1(2):9-16.

Sudiarta, I. K. 1995. Struktur Komunitas Biota Ekosistem Terumbu Karang dan Pemintakatan Kawasan Wisata Bahari Pulau Lembongan,Bali, Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Suharsono. 1991. Bulu seribu (Acanthaster planci), Balai Penelitian dan Pengembangan Biologi Laut, Puslitbang Oseanologi-LIPI, Jakarta. 16(3):17.

Sukmara, A., A. Siahainenia. dan C. Rotinsulu. 2001. Panduan Pemantauan Terumbu Karang Berbasis Masyarakat. Coastal Resources Center, Proyek Pesisir, CRC/URI CRMP, NRM, Jakarta.

Suryono, W. Edi, A. Raden, T.S.P.J. Nur dan A.T.N. Ria. 2018. Kondisi Terumbu Karang di Perairan Pantai Empu Rancak, Mlonggo, Kabupaten Jepara. J. Kelautan Tropis. 21(1):49-54.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/lkuntan.v4i2.45300

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright © 2021 Jurnal Laut Khatulistiwa, except certain content provided by third parties. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Free counters!