Pengukuran Kadar Astaxanthin dan Aktivitas Antioksidan dalam Fraksi Lipid Cincalok

Alya Selviana, Warsidah Warsidah, Dwi Imam Prayitno

Abstract


Cincalok merupakan salah satu produk hasil pengelolaan udang khas Kalimantan Barat yang dibuat dengan proses fermentasi. Makanan fermentasi ini memiliki kandungan senyawa antioksidan salah satunya astaxanthin. Astaxanthin banyak dimanfaatkan dalam pembuatan produk kosmetik dan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kadar astaxanthin yang terdapat pada lipid cincalok. Penelitian ini dilakukan ekstraksi menggunakan metode sokletasi dengan pelarut n-heksan rata-rata rendemen yang didapat adalah 6,75 %. Kemudian dilakukan penentuan aktivitas antioksidan cincalok menggunakan metode DPPH dan pengukuran kadar astaxanthin menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 477 nm. Hasil penelitian dari aktivitas antioksidan lipid cincalok memiliki aktivitas antioksidan lemah dengan nilai IC50  207,18 ppm. Astaxanthin fraksi lipid cincalok dalam 10 mg mengandung kadar astaxanthin rata-rata sebesar 0,0179 mg.


Keywords


Cincalok, Astaxanthin, Antioxidant

Full Text:

PDF

References


Djonny, Maxie, 2018. Pengaruh Waktu Fermentasi Daun Nilam Menggunakan Rhizopus sp. Terhadap Rendemen Minyak Nilam. Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Jurusan Teknik Kimia UKI-Paulus Makassar.

Faithong N, Benjakul S, Phatcharat S, Binsan W., 2010, Chemical Composition and Antioxidative Activity of Thai Traditional Fermented Shrimp and Krill Products. J. Food Chemistry. 119: 133-140.

Faradilla, Aulia, 2020, Penetapan Kadar Astaxanthin dalam Udang Rebon dan cincalok, Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Pontianak (Skripsi).

Franco Z M E., Jimenez P R., Tomasini C A., dan Guerrero L I., 2010, Astaxanthin Extraction from Shrimp Wastes and Its Stability in 2 Model Systems. J. of Food Sci., 75(5): 394 – 399.

Goh, Sri Wahyuni, 2020, Pengujian Indeks Busa, Indeks Ikan dan Indeks Hemolitik Cincalok yang diekstraksi Menggunakan VCO (Virgin Coconut Oil), J. Farmasi Untan., 4(1):1-12.

Ngginak J., Semangun H., Mangimbulude J C., dan Rondonuwu F S, 2013. Komponen Senyawa Aktif pada Udang Serta Aplikasinya dalam Pangan. Sains Medika., 5(2): 128 – 145.

Prayitno D.I, Nurdiansyah S.I, Nurbaeti S.N, Rahmalia W, dan Usman T., 2018, Ekstraksi dan Analisis Astaxanthin dari Cincalok Dengan Variasi Minyak Nabati. Pertemuan Ilmiah Nasional Tahunan XV ISOI: 165-169.

Rahmayati, R., Riyadi, P.H., Rianingsih, L., 2014, Perbedaan Konsentrasi Garam terhadap Pembentukan Warna Terasi Udang Rebon (Acetes sp.) Basah, J.PHPI., 3: 108-117.

Roopyai, K., Parkpoom. T., Prapasri. S. 2012. Development Of Solid Lipid Nanoparticles Containing Astaxanthin From Shrimp Shell Extract. Department of Pharmaceutics and Industrial Pharmacy, Faculty of Pharmaceutical Sciences, Chulalongkorn University, Bangkok. Thailand. (104-107)

Sachindra N M., Bhaskar N., dan Mahendrakar N S, 2005. Carotenoid in Different Body Components of Indian Shrimps. J. of Food and Agriculture., 85: 167 – 172.

Silva, A. K., Rodrigues, B. D., silva, L. H., & rodrigues, A. M., 2018, Drying and Extraction of Astaxanthin from Pink Shrimp Waste (Farfantepenaeus subtilis): The Applicability of Spouted Beds. J. Food Science and Technology., 1-8.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/lkuntan.v4i2.45263

Refbacks





Copyright © 2021 Jurnal Laut Khatulistiwa, except certain content provided by third parties. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Free counters!