Analisis Perbandingan Sistem Keamanan Jaringan Menggunakan Snort dan Netfilter

Muhammad Suyuti Ma'sum, M. Azhar Irwansyah, Heri Priyanto

Abstract


Perkembangan dan pemanfaatan teknologi komputer semakin meningkat berdasarkan kebutuhan dalam pertukaran informasi. Di program studi (Prodi) Teknik Informatika Universitas Tanjungpura (UNTAN) telah mengembangkan teknologi komputer dalam pertukaran informasi seperti pada sistem repositori. Penggunaan teknologi komputer berbasis web pada sistem repositori yang dapat dengan mudah diakses oleh banyak user menimbulkan suatu kerentanan keamanan jaringan pada sistem. Banyaknya user yang dapat mengakses memungkinkan adanya intrusi-intrusi keamanan yang dilakukan oleh sebagian user dalam upaya penyerangan terhadap sistem. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem keamanan jaringan sebagai upaya pencegahan serangan pada sistem. Upaya tersebut telah dilakukan melalui penelitian tentang monitoring keamanan jaringan menggunakan snort oleh Asep Fauzi Mutaqin tahun 2015 yang menghasilkan saran untuk dikembangkan dengan menambahkan fungsi Intrusion Prevension System (IPS) pada snort. Penelitian ini mengembangkan sistem keamanan jaringan menggunakan snort mode inline sesuai dengan saran penelitian sebelumnya dan untuk dapat diketahui performa snort mode inline diperlukan analisis perbandingan dengan sistem keamanan jaringan lain. Netfilter dengan menggunakan Advanced Policy Firewall (APF) dan Mod Evasive merupakan sistem keamanan jaringan yang digunakan dalam penelitian ini sebagai upaya mengetahui sistem keamanan jaringan yang sesuai untuk diimplementasikan di Prodi Teknik Informatika. Berdasarkan penelitian analisis perbandingan yang telah dilakukan dapat menghasilkan sebagai berikut : (1) Perangkat keras yang digunakan oleh netfilter yaitu sebuah Server Netfilter sedangkan pada snort menggunakan PC Snort dan Server Snort. (2) Server Snort menggunakan memory sebesar 330668 KiB dan PC Snort menggunakan memory sebesar 175488 KiB sedangkan Server Netfilter menggunakan memory yang lebih besar yaitu 457968 KiB. (3) 2 komponen sistem dan 5 tahap konfigurasi merupakan kebutuhan perangkat lunak pada netfilter sedangkan pada snort membutuhkan 8 komponen sistem dan 10 tahap konfigurasi. (4) Netfilter memiliki hasil keamanan 14,09 % lebih baik dari pada snort.


Keywords


Keamanan Jaringan; Snort; Netfilter; Advanced Policy Firewall; Mod Evasive; Prodi Teknik Informatika UNTAN

Full Text:

PDF

References


Mutaqin, Asep Fauzi. 2015. Rancang Bangun Sistem Monitoring Keamanan Jaringan Prodi Teknik Informatika Melalui SMS Alert dengan Snort (Skripsi). Pontianak: Universitas Tanjungpura.

Diarta, Etana. 2013. Sistem Monitoring Deteksi Penyusup Dalam Jaringan Komputer Menggunakan Snort Pada Ubuntu 12.04 Berbasis Sms Gateway (Skripsi). Yogyakarta: AMIKOM.

Pratama, Putu Agus E. 2014. Handbook Jaringan Komputer. Bandung: Infomatika.

Bapuji, Yeldi dan M.L. Ravi Chandra. 2013. Design of a Next Generation Firewall Based on Netfilter. International Journal of Scientific Engineering and Technology Research, Volume. 02, IssueNo.15, Pages:1652-1658.

Rafiudin, Rahmat. 2010. Mengganyang Hacker dengan Snort. Yogyakarta: Andi.

Pribadi, Harijanto. 2007. Firewall Melindungi Jaringan dari DDoS Menggunakan Linux + Mikrotik. Yogyakarta: ANDI.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)

ara komputer View My Stats
Creative Commons License
All article in Justin is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License