KAJIAN PEMANFAATAN LAHAN EKS BANDARA SUSILO DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KABUPATEN SINTANG DENGAN METODE HIGHEST ANDAND BEST USE (HBU)

Irwan -

Abstract


Pemanfaatan dan pengelolaan aset daerah merupakan salah satu upaya optimalisasi dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Lahan Bandara  Susilo Sintang merupakan salah satu potensi kekayaan daerah yang harus di rencanakan secara detail dan terintegrasi dengan rencana pembangunan Kabupaten Sintang. Posisi dan letak lokasi Bandara Susilo yang strategis, aksesibilitas yang baik berada di pusat kota menjadikan lahan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pertanyaannya yang akan muncul adalah, alternatif pembangunan apakah yang terbaik untuk di kembangkan pada lahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap pemanfaatan lahan eks-Bandara Susilo dalam upaya meningkatkan PAD di Kabupaten Sintang. Motode analisa yang digunakan adalah Highest and best Use yaitu analisis terhadap kegunaan terbaik dan tertinggi dari suatu lahan kosong. Penggunaan alternatif lahan eks-Bandara Susilo Sintang dipilih berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sintang Nomor 2 Tahun 2011 tentang pajak daerah atas bangunan yang dapat menyumbangkan nilai pajak dan retribusi yaitu: Pembangunan Rumah Sakit, Pembangunan Terminal dan Pembangunan Central Business District (CBD). Hasil analisa dengan HBU terhadap analisis memungkinkan secara fisik (physically possible) dan memungkinkan secara peraturan (legally permissible), alternatif terpilih penggunaan lahan Bandara Susilo Sintang terbaik adalah Central Business District (CBD). Pembangunan CBD pada lahan eks-Bandara Susilo Sintang di rencanakan berdasarkan konsep kesesuaian ruang dengan menyediakan fasilitas publik dan ruang terbuka hijau yang dapat memacu bertumbuh kembangnya perekonomian melalui sektor Perdagangan, Pariwisata, Informasi dan Teknologi. Fasilitas CBD yang direncanakan adalah : Komplek Rumah toko dan Kantor, Public Convention Centre (PCC), Parking Area, Restoran dan Cafe, Plaza Shopping Centre, Technopack, Hotel dan Resort serta Ecopack. Fasilitas tersebut juga dianggap bisa menjadi sumber-sumber PAD dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Hak Guna Bangunan (HGB) serta Retribusi Pajak dan lainnya menghasilkan PAD bagi Kabupaten Sintang. Benefit Cost Ratio (BCR) Pembangunan Central  Business District (CBD) 2,259  > 1 maka  dianggap layak untuk dipilih dan dibangun pada lahan eks-Bandara Susilo Sintang.


Keywords


Bandara Susilo; Sintang; Aset; Central Busness District



DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jtsft.v18i2.44913

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Irwan -

Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Indexed by :

http://www.mevjournal.com/mevfiles/indexers/04-ipi.png     

ISSN 1412-3576 (print), 2621-8429 (online)

Published by :

Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura 

Jl. Profesor Doktor H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Pontianak Tenggara, Kota Pontianak Kalimantan Barat Indonesia 78124
Telp./Fax: +0561-740186
Email: kajurts@untan.ac.id

Visitor CounterJurnal Teknik Sipil

MAPS: