PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG KERANG (KEPAH) DAN LIMBAH KACA SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN UNTUK CAMPURAN BETON

Deny Syahrani

Abstract


Limbah cangkang kepah dan kaca selama ini merupakan jenis limbah yang sampai saat ini tidak memiliki nilai ekonomis. Potensi cangkang kepah di wilayah pesisir Kalbar yang memiliki garis pantai yang panjang (1136 km) merupakan peluang yang harus bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin. Demikian pula dengan limbah kaca di Kalbar yang sampai saat ini belum pernah didaur ulang kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Penelitian ini mencoba memanfaatkan kedua limbah tersebut agar memilik nilai dan kegunaan bagi masyarakat, yaitu dengan mengolahnya menjadi semen alternatif.

Sebagaimana diketahui, cangkang kepah dan kaca memiliki senyawa yang sama dengan senyawa pembentuk semen. Cangkang kepah mengandung senyawa CaCO3 sedangkan kaca mengandung SiO2. Penelitian ini mencoba mengolah limbah cangkang kepah, limbah kaca, serta material tambahan yaitu tanah liat (clay) yang mengandung Al2O3 dengan proporsi campuran 80% : 5% : 15%. Proses pengolahan mencoba mengikuti proses pembuatan semen biasa walaupun menggunakan peralatan yang sederhana. Seluruh material harus dicampur dan dihaluskan semaksimal mungkin kemudian dibakar pada suhu 15000 C selama kurang lebih 15 jam. Hasil pembakaran berupa klinker kemudian ditumbuk dan disaring menggunakan saringan no.200. Hasilnya berupa serbuk semen alternatif yang akan digunakan untuk mensubstitusi jumlah semen untuk pembuatan benda uji beton, yaitu sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30%. Mutu beton f’c direncanakan sebesar 25 MPa. Perancangan Job mix beton menggunakan metode ACI.     

Hasil pengujian terhadap variasi campuran semen 0%,10%,20%,30% adalah; setting time untuk menentukan waktu ikat adalah 4 jam 54 menit,4 jam 20 menit,3 jam 18 menit,2 jam 36 menit, batas minimal setting time adalah 45 menit sehingga waktu ikat semua variasi semen memenuhi syarat; nilai Slump adalah 8 cm;9,3 cm;10,5 cm;dan 11,5 cm, nilai slump sesuai dengan perencanaan; daya serap air sebesar 0,534%;0,570%; 0,769%; 1,163%; berat volume beton segar sebesar 2,46 t/m3;2,366 t/m3;2,498 t/m3; 2,423 t/m3 ; f’c beton usia 3 hari sebesar 11,149 MPa;10,889 MPa; 10,678 MPa;10,117 MPa dengan angka korelasi terhadap f’c beton normal 28 hari adalah 0,396;0,387;0,38;0,360; f’c beton usia 7 hari sebesar 18,494 MPa ;17,489 MPa;16,331 MPa;16,124 MPa dengan angka korelasi adalah 0,658;0,622;0,581;0,573; f’c usia 28 hari sebesar 28,122 MPa; 26,482 MPa; 25,057 MPa; 23,291 MPa dengan angka korelasi adalah 1,00;0,942; 0,891; 0,832; nilai f’ct sebesar 5,427 MPa;4,43 MPa;4,1 MPa; 3,257 MPa; dengan angka korelasi terhadap f’c beton normal 28 hari adalah 0,193;0,158;0,146;0,081. Secara keseluruhan hasil pengujian menunjukkan hasil yang cukup baik, walaupun ada sedikit yang di bawah perencanaan, namun selisihnya relatif kecil. Untuk ke depan, dapat dilakukan penelitian lanjutan untuk meningkatkan dan memperbaiki hasil penelitian ini.

Kata kunci : semen, cangkang kepah, kaca.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jtsft.v17i2.23890

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Teknik Sipil

Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Indexed by :

http://www.mevjournal.com/mevfiles/indexers/04-ipi.png     

ISSN 1412-3576 (print), 2621-8429 (online)

Published by :

Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Tanjungpura University

Jl. Profesor Doktor H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Pontianak Tenggara, Kota Pontianak Kalimantan Barat Indonesia 78124
Telp./Fax: +0561-740186
Email: jts@untan.ac.id

CP: 081256123030-085245045025

Visitor CounterJurnal Teknik Sipil

 

 

 

 

 

  MAPS: