PENGARUH TIME PRESSURE, DIFERENSIASI PRODUK DAN CUSTOMER VALUE TERHADAP PENGGUNAAN UANG ELEKTRONIK DI PONTIANAK

Riki Wiranata, Riadi Budiman, Pepy Anggela

Abstract


Pertumbuhan penggunaan uang elektronik di Indonesia yang sangat pesat berbanding terbalik dengan penggunaan uang elektronik di Pontianak yang masih sangat rendah. Penggunaan uang elektronik yang dimulai dari daerah akan sangat menguntungkan daerah tersebut bahkan bisa menguntungkan negara. Melihat pengaruh yang disebabkan beberapa variabel dan mencari akar penyebab masalah dari kurangnya minat bertransaksi ulang menggunakan uang elektronik adalah sesuatu yang dapat menjadi solusi dari peningkatan penggunaan uang elektronik di Pontianak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu pengaruh antara variabel diferensiasi produk, time pressure dan customer value terhadap minat bertransaksi ulang menggunakan uang elektronik dan dapat mengetahui akar pengebab masalah dari kurangnya minat bertransaksi ulang menggunakan uang elektronik di wilayah Pontianak. Analisis data kuantitatif adalah teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini. Adapun sumber data yang digunakan adalah hasil dari penyebaran angket atau kuesioner yang selanjutnya data akan diuji kualitas datanya denga uji asumsi klasik. Data akan diolah dengan metode regresi linear berganda untuk melihat pengaruh yang dihasilkan antara variabel independent terhadap variabel dependent dan fishbone diagram digunakan untuk mencari akar penyebab masalah dari kurangnya minat bertransaksi ulang menggunakan uang elektronik di Pontianak. Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan, didapat hasil yang menunjukkan bahwa adanya pengaruh secara simultan variabel diferensiasi produk, time pressure dan customer value terhadap minat bertransaksi ulang menggunakan uang elektronik di Pontianak dan secara parsial, variabel time pressure menunjukkan tidak ada pengaruh sedangkan variabel customer value dan diferensiasi produk menunjukkan ada pengaruh terhadap minat bertransaksi ulang menggunakan uang elektronik di Pontianak. Besarnya pengaruh antara variabel diferensiasi produk, time pressure dan customer value terhadap variabel minat bertransaksi ulang jumlahnya adalah 50,8 %, dan sisanya 49,2 % dipengaruhi oleh variabel selain persamaan regresi dalam penelitian ini atau variabel yang tidak diteliti pada penelitian ini. Berdasarkan diagram fishbone didapat beberapa akar masalah yang paling mungkin menjadi penyebab kurangnya minat masyarakat bertransaksi ulang uang elektronik di Pontianak yaitu kurangnya linerasi non-tunai masyarakat, masih kurangnya sarana dan pra-sarana penunjang dalam bertransaksi uang elektroni di Pontianak, masih kurangnya kemanan saldo karena tidak ada lembaga untuk menjamin dan mengawasi keamanan uang elektronik.


Kata Kunci: Analisis Regresi Linier Berganda, Fishbone Diagram, Minat Bertransaksi Ulang, Uang Elektronik


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.