PEMANFAATAN REAKSI ELEKTROKIMIA AIR GAMBUT SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF

Dany Ramanda, Yandri -, Usman A Ghani

Abstract


Pemanfaatan sumber energi listrik baru terbarukan masih sangat minim sekali, terlebih lagi air gambut yang banyak digunakan sebagai sumber air bagi sebagian orang di Indonesia khususnya di Kalimantan. Namun pemanfaatan air gambut sebagai sumber air bersih masih kurang optimal mengingat sifat air gambut yang berwarna kecoklatan hingga ber-pH asam membuat air gambut tidak dapat dikonsumsi sebagai air minum. Pada penelitian ini dilakukan percobaan untuk bisa memanfaatkan sifat asam dari air gambut tersebut menjadi energi listrik. Percobaan ini disebut dengan sel elektrokimia air gambut, yang cara kerjanya mirip seperti reaksi sel volta. Dengan menggunakan elektroda karbon (C), seng (Zn), dan tembaga (Cu) yang dimasukkan ke dalam suatu wadah yang berisi air gambut, kita dapat mengukur tegangan dan arus pada sel air gambut tersebut Dari hasil tegangan dan arus yang diukur menggunakan alat multimeter, kita dapat menghitung tegangan, arus, tahanan dalam sel, daya, dan energi yang dihasilkan. Selain mengukur tegangan dengan multimeter, dilakukan juga perhitungan dengan teori Nernst untuk mengetahui tegangan yang bisa dihasilkan oleh sebuah sel. Tegangan listrik yang terukur bervariasi, mulai dari yang terkecil 0,029 V pada elektroda karbon-tembaga, dan yang terbesar 1,007 V pada elektroda karbon-seng untuk pengukuran tanpa beban. Sedangkan untuk arus hubung singkat yang dihasilkan sangat kecil, mulai dari yang terkecil 0,016 mA pada elektroda karbon-tembaga, dan yang terbesar 0,242 mA pada elektroda tembaga-seng untuk sebuah sel. Untuk tahanan dalam sel nilainya bervariasi tergantung dengan pH air gambut dan elektroda yang digunakan. Tahanan dalam terkecil sebesar 1.850 Ω pada elektroda karbon-tembaga dan yang terbesar yaitu 7.168 Ω pada elektroda karbon seng. Untuk daya listrik, sebuah sel elektroda tembaga-seng menghasilkan daya sebesar 0,00797193 Watt, elektroda karbon-tembaga sebesar 0,00003535577 Watt, dan elektroda karbon-seng 0,0067266112 Watt. Sedangkan energi yang dihasilkan oleh 4 buah sel elektrokimia adalah sebesar 0,22321404 Wh untuk elektroda tembaga-seng dan 0,143478617 Wh untuk karbon-seng. Dari hasil penelitian dan perhitungan yang diperoleh, elektroda tembaga-seng adalah yang paling baik dalam hal tegangan, daya dan energi yang dihasilkan. Hasil ini juga menunjukkan bahwa air gambut dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi listrik baru terbarukan mengingat sumber dayanya yang cukup banyak. Namun, perlu adanya penelitian lanjutan agar hasil yang diperoleh dapat lebih optimal.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Editorial Office/Publisher Address:

Editor Jurnal jteuntan, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura,
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia

website : http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jteuntan
email : elektrountan1@gmail.com

Support Contact

Dewi Lestari, ST