EVALUASI SISTEM PROTEKSI SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH 20KV AREA PONTIANAK RAYON ULP SIANTAN PENYULANG PANGERAN SIANTAN

Dion Aldo, Bonar Sirait, M. Iqbal Arsyad

Abstract


Gangguan hubung singkat di Penyulang Pangeran merupakan permasalahan serius bagi GI ULP Siantan apabila tidak ditangani dengan benar. Untuk itu, gangguan hubung singkat yang terjadi pada penyulang, harus diatasi agar waktunya tidak melebihi batas kemampuan trafo tenaga, dan juga mengganggu belangsungnya aliran daya pada daerah yang tidak terganggu, yaitu dengan mengatur koordinasi pada peralatan proteksi. Didalam penelitian ini, peralatan proteksi yang digunakan yaitu relai arus lebih dan sekring pemutus. Perhitungan arus gangguan hubung singkat pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode impedansi. Agar dapat menganalisa koordinasi relai arus lebih dan sekring pemutus yang berada di sepanjang Penyulang Pangeran, dengan panjang penyulang 25,855 Kms, maka perhitungan arus gangguan hubung singkat dibagi menjadi lima titik gangguan berdasarkan persentase panjang penyulang, yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Ada 4 jenis gangguan hubung singkat yang dihitung, yaitu gangguan hubung singkat tiga fasa, gangguan hubung singkat dua fasa, gangguan hubung singkat dua fasa ke tanah, dan gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah. Dari keempat jenis gangguan hubung singkat tersebut, gangguan hubung singkat tiga fasa lah yang paling besar yaitu 2292,9992 A pada 0% panjang jaringan, kemudian gangguan hubung yang terkecil adalah gangguan hubung singkat dua fasa ke tanah yaitu 75,7821 A pada 100% panjang saluran Penyulang Pangeran. Setelah mendapatkan arus gangguan hubung singkat pada kelima titik gangguan, maka dilanjutkan dengan menghitung setting relai untuk mencari pick-up dan waktu kerjanya menggunakan relai dengan karakteristik standard invers. Hasil dari perhitungan tersebut dibuat menjadi sebuah kurva arus berbanding waktu. Dari kurva tersebut, maka dapat dilihat koordinasi dari masing-masing peralatan proteksi. Setelah itu, kurva koordinasi berdasarkan perhitungan dibandingkan dengan kurva koordinasi berdasarkan di lapangan. Ternyata masih terdapat kesalahan koordinasi di lapangan, yaitu pada jarak 0% Penyulang Pangeran. Maka perlu settingan ulang pada CB Pangeran agar tidak terjadi kesalahan koordinasi yang terjadi pada 0% panjang saluran.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Editorial Office/Publisher Address:

Editor Jurnal jteuntan, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura,
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia

website : http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jteuntan
email : elektrountan1@gmail.com

Support Contact

Dewi Lestari, ST