STUDI TEKNIS DAN EKONOMIS SISTEM ENERGI HIBRIDA DIESEL-SURYA-ANGIN DI PULAU LEMUKUTAN KABUPATEN BENGKAYANG

- Humaidi, Yandri -, M. Iqbal Arsyad

Abstract


Pada umumnya, mayoritas pasokan energi listrik di Indonesia disuplai dengan pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Pemanfaatan sumber energi fosil sebagai penghasil energi listrik secara masif memberikan efek yang tidak ramah terhadap lingkungan dan kesehatan serta tingginya biaya operasional generator diesel, sehingga diperlukan pengembangan energi terbarukan secara hibrida yang lebih bersih dan ekonomis dalam menggantikan peran energi fosil sebagai penyuplai energi listrik.  Penelitian ini mengkaji tentang potensi energi hibrida yang dapat digunakan sebagai penyokong kebutuhan listrik di Pulau Lemukutan baik dari sisi teknis dan juga ekonomisnya. Piranti perangkat lunak HOMER digunakan untuk menganalisis potensi energi hibrida tersebut . Potensi energi baru terbarukan yang dapat dimanfaatkan di Pulau Lemukutan yang paling optimal adalah energi surya. Kebutuhan energi listrik di Pulau Lemukutan selama 24 jam atau satu hari sebesar 1.186,17 kWh/hari. Sehingga kebutuhan energi listrik selama satu tahun adalah 432.953 kWh/tahun. Dalam aspek teknis pemenuhan kebutuhan energi listrik dilakukan dengan skenario konfigurasi paling optimal, yaitu sistem energi hibrida diesel-surya. Dari hasil simulasi didapat kapasitas generator diesel yang terpasang sebesar 140 kW, panel surya sebesar    85,4 kW, baterai memiliki kemampuan menyalurkan 12.376 kWh/tahun dengan susut energi sebesar 2.476 kWh/tahun, dan kapasitas sistem konverter untuk inverter dan rectifier  berturut-turut adalah sebesar 57,1 kW dan 57,1 kW. Sistem mampu menghasilkan energi listrik sebesar 368.989  kWh/tahun dari sistem pembangkit tenaga diesel dan 130.142 kWh/tahun dari sistem pembangkit tenaga surya. Total energi yang dihasilkan dari keseluruhan sistem energi hibrida diesel-surya adalah sebesar 499.131 kWh/tahun. Dalam aspek ekonomis, pada skenario sistem energi hibrida yang paling optimal yaitu sistem energi diesel-surya dengan total net present cost ­­­(NPC) dihasilkan sebesar Rp38.545.108.000,00, dengan total biaya tahunan (annualized cost) sebesar Rp1.743.914.200,00, biaya operasional (operational cost) sebesar Rp1.508.131.660,00 dan levelized cost of energy (LCOE) sebesar Rp4.031,00/kWh. Berbeda hal dengan skenario sistem energi menggunakan pembangkit tenaga diesel saja, dimana besar daya dari name plate sebesar 175 kVA dengan faktor daya 0,8 sehingga besar daya diesel 140 kW, dan hasil simulasi didapat total net present cost (NPC) sebesar Rp45.710.648.620,00,  total biaya tahunan sebesar Rp2.068.108.280,00, total levelized cost of energy (LCOE) sebesar Rp4.399,00/kWh dan biaya operasional terhitung sebesar Rp2.023.770.000,00. Secara keseluruhan, diketahui bahwa sistem energi hibrida diesel-surya lebih ekonomis dibanding dengan sistem energi diesel saja dengan persentase penghematan mencapai 16,30%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem energi hibrida diesel-surya yang lebih direkomendasikan untuk diterapkan dalam memenuhi kebutuhan energi listrik di Pulau Lemukutan.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Editorial Office/Publisher Address:

Editor Jurnal jteuntan, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura,
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia

website : http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jteuntan
email : elektrountan1@gmail.com

Support Contact

Dewi Lestari, ST
Phone: +6285245739003
Email: elektrountan1@gmail.com