Pengaruh Pembangkit Tersebar Terhadap Tegangan dan Rugi-Rugi Daya Sistem Distribusi Tenaga Listrik

Muhammad Jesuli, Rudy Gianto, M. Iqbal Arsyad

Abstract


Pembangkit Tersebar merupakan pembangkit tenaga listrik berskala kecil yang dipasang pada sistem distribusi dan biasanya menggunakan sumber energi alternatif yaitu energi baru terbarukan yang ramah lingkungan. Tujuannya dari penelitian yaitu menyelidiki pengaruh pembangkit tersebar terhadap tegangan dan rugi-rugi daya sistem distribusi tenaga listrik serta menyelidiki pengaruh lokasi penempatan pembangkit tersebar pada sistem distribusi tenaga listrik. Pada penelitian ini untuk mendapatkan besar tegangan setiap bus serta rugi-rugi daya sistem menggunakan perhitungan melalui program matlab. Hasil perbaikan profil tegangan terjadi pada setiap bus, baik pada sistem 12 bus maupun sistem 33 bus, hasil studi aliran daya dalam bentuk keluaran daya substasiun dan rugi-rugi daya total untuk sistem 12 bus dan 33 bus. Untuk sistem 12 bus daya substasiun tanpa DG sebesar 455.714 kW, 413.041 kVAR dengan rugi-rugi daya 20.714 kW, 8.041 kVAR, setelaha penambahan DG besar daya substasiun berubah menjadi 360.004 kW, 352.992 kVAR dengan rugi-rugi daya sebesar 12.004 kW, 4.692 kVAR, sedangkan untuk sistem 33 bus daya substasiun tanpa DG sebesar 3925.998 kW, 2443.033 kVAR dengan rugi-rugi daya 210.998 kW, 143.033 kVAR, setelaha penambahan DG besar daya substasiun menjadi 3105.551 kW,2069.933 kVAR dengan rugi-rugi daya 133.551 kW, 91.933 kVAR. Pengaruh lokasi penempatan DG (sistem yang digunakan sistem 12 bus) hasil daya substasiun untuk DG di tengah saluran sebesar 408.802 kW, 383.275 kVAR dengan rugi-rugi daya 17.302 kW, 6.625 kVAR, sedangkan DG diujung saluran besar daya substasiun 406.412 kW, 382.551 kVAR dengan rugi-rugi daya 14.912 kW, 5.901 kVAR. Berdasarkan dari hasil aliran daya tersebut Instalasi DG pada sistem distribusi memperbaiki profil tegangan sistem dan dapat mereduksi rugi-rugi daya pada saluran distribusi, dengan adanya DG suplai daya dari substasiun yang biasanya berasal dari energi tak terbarukan dapat dikurangi karena sebagian beban dicatu oleh DG, untuk lokasi penempatan DG (pada sistem 12 bus) DG diujung saluran lebih baik daripada ditengah saluran dalam memperbaiki profil tegangan serta mengurangi rugi-rugi daya sistem

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Editorial Office/Publisher Address:

Editor Jurnal jteuntan, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura,
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia

website : http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jteuntan
email : elektrountan1@gmail.com

Support Contact

Dewi Lestari, ST