PERANCANGAN JARINGAN FTTH DENGAN TEKNOLOGI GPON MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA DAN OPTISYSTEM

Al Agus Pratama, Fitri Imansyah, F. Trias Pontia W

Abstract


Dalam membangun atau merancang infrastruktur jaringan akses FTTH pada kawasan yang akan dibangun diperlukan sebuah metode yang matang untuk menghindari sewaktu-waktu terjadinya perubahan desain ataupun jalur fiber optik yang diakibatkan oleh meningkatnya jumlah pelanggan, apabila perancangan jaringan didesain sesuai permintaan calon pelanggan mengakibatkan jalur awal yang telah ditentukan akan berubah dan pembangunan infrastruktur akan diulangi sehingga mengakibatkan investasi ulang untuk proyek di kawasan tersebut. Agar jaringan FTTH terhindar dari perubahan jalur dan pembangunan ulang yang disebabkan meningkatnya jumlah pelanggan maka diperlukan optimalisai pada jaringan tersebut. Dilakukan perancangan dengan 4 alternatif dan setiap alternatif tersebut melewati proses perancangan menggunakan algoritma genetika dan proses perhitungan optisystem. Semua alternatif yang melalui proses perhitungan hanya alternatif 4 dikategorikan layak karena memenuhi syarat perhitungan optimalisasi dari jarak rute nya. Altenatif 4 unggul karena lebih dekat, dari proses mencari rute terpendek menggunakan Algoritma Genetika di dapat rute paling pendek dari Perangkat STO ke ODP terjauh yaitu 9,506 Km dan ditambah dengan panjang kabel dari ODP ke ONT sepanjang 0,350 Km menjadi 9,856 Km. Setelah didapat rute terpendek dilakukan perhitungan Power Link Budget dengan menghitung redaman total Downlink sebesar 22,840 dBm, Sensitivitas Penerima sebesar -29,840 dBm dan Margin sebesar 1,160 dBm, dikatakan layak karena nilai margin lebih besar dari 0. Sedangkan hasil perhitungan redaman total uplink sebesar 23,530 dBm, Sensitivitas Penerima sebesar -20,530 dBm dan Margin sebesar 0,470 dB, dikatakan layak karena nilai margin lebih besar dari 0. Selanjutnya menghitung Rise time budget dengan Bit Rate Downlink yang digunakan 2,4 Gbps didapat hasilnya 0,25237  ns, dikatakan layak karena tidak melebihi nilai standar 0,2917ns dan Bit Rate Uplink yang digunakan 1,2 Gbps didapat hasilnya 0,28386 ns, dikatakan layak karena tidak melebihi nilai standar 0,5833 ns Setelah itu dilanjutkan dengan menghitung Bit Eror Rate menggunakan Optisystem di dapatlah hasil untuk Downlink Max. Q Factor 7,554 Min BER 2,058 x 10-14, dikatakan layak karena diatas nilai standar Max Q Factor yaitu 6 dan untuk Uplink Max. Q Factor 6,248 Min BER 2,057 x 10-10, dikatakan layak karena diatas nilai standar Max Q Factor yaitu 6.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Editorial Office/Publisher Address:

Editor Jurnal jteuntan, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura,
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia

website : http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jteuntan
email : elektrountan1@gmail.com

Support Contact

Dewi Lestari, ST
Phone: +6285245739003
Email: elektrountan1@gmail.com