PENGARUH LIMBAH BAGLOG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG UNGU PADA TANAH ALUVIAL

RAIMUNDUS VITCO, RINI SUSANA, MAULIDI MAULIDI

Abstract


Terung ungu merupakan tanaman sayuran yang memiliki rasa yang enak dikonsumsi dalam berbagai macam jenis olahan dan masakan serta mengandung gizi yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi terbaik antara limbah baglog dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil terung ungu pada tanah aluvial. Lokasi penelitian berada di Desa Kuala Ambawang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian dimulai pada 22 November 2021 sampai dengan 02 Maret 2022. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih terung ungu varietas Laguna F1, tanah aluvial, polybag, limbah baglog, NPK dan pestisida. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayakan tanah, cangkul, parang, timbangan, pH meter, kamera, mistar, alat tulis, terpal, ember, gembor, pisau,cutter, kertas label, karung, meteran, termohigrometer digital dan alat-alat lainnya yang dapat menunjang penelitian ini. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah limbah baglog dengan 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah pupuk NPK dengan 3 taraf perlakuan. Faktor pertama adalah Limbah Baglog (B) terdiri dari 3 taraf yaitu: b1=20 ton/ha setara dengan 1260 g/polybag, b2=30 ton/ha setara dengan 1680 g/polybag dan b3=40 ton/ha setara dengan 2100 g/polybag. Faktor kedua adalah pupuk NPK majemuk (P) terdiri dari 3 taraf yaitu: p1=300 kg/ha setara dengan 12,6 g/polybag, p2=400kg/ha setara dengan 16,8 g/polybag dan p3=500kg/ha setara dengan 21,00 g/polybag. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, berat perbuah, diameter buah dan panjang buah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dosis optimal dan efisien adalah interaksi 20 ton/ha limbah baglog dan 400 kg/ha NPK dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil terung ungu pada tanah aluvial.

Kata Kunci : Limbah Baglog, Pupuk NPK, Tanah Aluvial, Terung Ungu


Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. 2018. Kalimantan Barat dalam Angka. Pontianak: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat.

Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. 2018. Statistik Pertanian Tanaman Sayur-sayuran dan Buah-buahan Provinsi Kalimantan Barat 2018. Pontianak: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat.

Gardner, F. P., Pearce, R. B dan Mitchell, R. L. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya,Jakarta: UI Press.

Gulo, Y. S. K., Marpaung, R. G dan Manurung, A. I. 2020. Pengaruh Pemberian Pupuk NPK Mutiara dan Banyaknya Biji Per Lubang Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah Varietas Tasia I (Arachis hypogaea L.). Jurnal Darma Agung,28(3),5-25.

Hardjowigeno, S. 2007. Ilmu Tanah, Jakarta: Akademia Pressindo

Hendri, M.,Napitupulu, M dan Sujalu, P. A. 2015.Pengaruh Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Ungu ( Solanum melongena L.). Jurnal AGRIFOR 14(2),213-216.

Setyamidjaja, D. 1986. Pupuk dan Pemupukan, Jakarta: Simpleks

Sucianti. 2015. Interaksi Iklim terhadap Produksi Tanaman di Kabupaten Pacitan. Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi Balitbang Kementerian Pertanian. Jurnal Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. 1(2) : 358-365.

Sulaeman, D. 2011. Efek Kompos Limbah Baglog Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus Jacquin) Terhadap Sifat Fisik Tanah Serta Pertumbuhan Bibit Markisa Kuning (Passiflora edulis Var. Flavicarpa Degner). Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v11i4.58640

Refbacks

  • There are currently no refbacks.