Pengaruh metode ekstraksi terhadap viabilitas benih kakao ( Theobroma Cacao L)

Karunia Alpa Novando Sitanggang, Purwaningsih Purwaningsih, Elly Mustamir

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahan ekstraksi mana yang terbaik yang dapat menjaga viabilitas benih kakao tetap tinggi. Penelitian ini dimulai dari 20 Maret sampai 18 April 2020 di Jalan Gusti Hamzah Gang Nur 2, Pontianak. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan berbagai bahan ekstraksi benih kakao, yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 ulangan yang masing-masing menggunakan 25 benih. Perlakuan yang dimaksud adalah (p1) pengupasan pulp dengan perendaman air kapur 20 g /liter, (p2) Pengupasan pulp dengan abu gosok 5 g/benih, (p3) Pengupasan pulp dengan ilalang, dan (p0) Tanpa dilakukan pengupasan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan keserempakan tumbuh. Selain itu juga dilakukan pengamatan kondisi suhu (oC) dan kelembaban udara (%), dan curah hujan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan ekstraksi benih kakao menggunakan abu sekam padi dan kapur tohor dapat menghasilkan viabilitas benih kakao terbaik.

 

Kata kunci: abu, benih kakao, kapur, ilalang

 


Full Text:

DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.