RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN BERBAGAI BIOAKTIVATOR PADA TANAH GAMBUT

ELA REMITA FRANSISKA, RADIAN RADIAN RADIAN, ASNAWATI ASNAWATI ASNAWATI

Abstract


Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas utama sayuran di Indonesia dan mempunyai banyak manfaat. Sebagai komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat, maka produksi bawang merah perlu ditingkatkan salah satunya dengan menambahkan bioaktivator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bioaktivator yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kompos Pendidikan Untan (RKPU) Fakultas Pertanian dimulai sejak tanggal 15 Mei 2020 sampai dengan 27 Juli 2020. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 faktor perlakuan yaitu p0 (tanpa bioaktivator), p1 (bioaktivator EM4), p2 (bioaktivator akar alang-alang), p3  (bioaktivator akar bambu), dan  p4 (bioaktivator Trichoderma sp). Masing - masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdapat 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, berat segar tanaman, berat kering angin tanaman dan berat kering angin umbi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian berbagai bioaktivator berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm) 4–8 mst, jumlah anakan (anakan) 4 – 8 mst, jumlah daun (helai) 4 – 8 mst, berat segar tanaman (g), berat kering angin tanaman (g) dan berat kering angin umbi (g), namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman (cm) 2  mst, jumlah anakan (anakan) 2 mst, jumlah daun (helai) 2 mst. Dapat disimpulkan bahwa bioaktivator akar bambu merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah

Full Text:

DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.