PENGARUH RESIDU AMELIORAN BEKAS TANAMAN JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR DI TANAH ALUVIAL

ARI JULIANTO, MULYADI SAFWAN, NURJANI NURJANI

Abstract


Tingginya permintaan tomat oleh masyarakat perlu diimbangi dengan peningkatan produksi, salah satunya dengan memanfaatkan lahan bekas tanaman jagung yang telah diberikan amelioran.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh residu amelioran yang telah diberikan terdahulu dalam budidaya tanaman jagung terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dengan sistem budidaya jenuh air pada tanah aluvial. Lokasi penelitian terletak di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Waktu penelitian mulai dari bulan Desember 2019 sampai  Maret 2020. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan 5 taraf residu amelioran bekas tanaman jagung, A (Residu pupuk kandang ayam 7,5 ton/ha); B (Residu pupuk kandang kambing 7,5 ton/ha); C (Residu Kapur 4 ton/ha + Pupuk kandang kambing 7,5 ton/ha); D (Residu abu 15 ton/ha + Pupuk kandang kambing 7,5 ton/ha); E (Residu pupuk kandang ayam 15 ton/ha). Masing-masing diulang sebanyak  5 kali, dan terdiri dari 5 sampel tanaman. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman minggu ke-1, 2, dan 3, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat per buah. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa residu amelioran bekas tanaman jagung yang digunakan dalam budidaya tanaman tomat dengan sistem BJA memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah dan berat buah per tanaman, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap berat buah per buah. Residu amelioran dari pupuk kandang ayam 15 ton/ha dan residu dari abu 15 ton/ha + pupuk kandang kambing 7,5 ton/ha merupakan perlakuan dengan hasil yang sama baiknya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat.

 Kata Kunci : budidaya jenuh air, residu amelioran, tanah aluvial, tanaman tomat


Full Text:

DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.