PENGARUH KOTORAN WALET DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA LAHAN GAMBUT

Yohanes Yoga Marato, Dini Anggoro Wati, Agus Hariyanti

Abstract


Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat sering digunakan untuk menjadi penyedap masakan. Tanah gambut sebagai media tumbuh bawang merah memiliki banyak kendala diantaranya ketersediaan hara yang rendah, pH yang rendah, bahan organik yang belum terdekomposisi sehingga kandungan hara terutama hara makro seperti N,P dan K rendah. Usaha untuk memperbaikinya adalah dengan memberikan kotoran walet dan pupuk majemuk NPK. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan interaksi dosis kotoran walet dan pupuk NPK untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah yang terbaik pada lahan gambut. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2020 sampai 9 Mei 2020 di Jalan Reformasi, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama adalah pemberian kotoran walet yang terdiri dari 3 taraf, dan faktor kedua adalah pemberian pupuk NPK yang petak terdiri dari 3 taraf dengan total 9 perlakuan diantaranya 20 ton/hektar kotoran walet dan 400 kg/hektar pupuk NPK, 20 ton kotoran walet dan 500 kg/hektar pupuk NPK, 20 ton/hektar kotoran walet dan 600 kg/hektar pupuk NPK, 30 ton/hektar kotoran walet dan 400 kg/hektar pupuk NPK, 30 ton/hektar kotoran walet dan 500 kg/hektar pupuk NPK, 30 ton kotoran walet dan 600 kg/hektar pupuk NPK, 40 ton/hektar kotoran walet dan 400 kg/hektar pupuk NPK, 40 ton/hektar kotoran walet dan 500 kg/hektar pupuk NPK, 40 ton/hektar kotoran walet dan 600 kg/hektar pupuk NPK. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali, dan setiap satuan percobaan terdiri dari 15 sampel tanaman. Variabel pada penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun, volume akar, berat kering total per tanaman, berat segar umbi per rumpun, berat kering angin umbi per rumpun, hasil per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 30 ton/hektar kotoran walet dan 400 kg/hektar pupuk NPK  pada bawang merah merupakan dosis interaksi terbaik untuk meningkatkan hasil berat segar umbi dan berat kering angin umbi.


Full Text:

DOCX

Refbacks

  • There are currently no refbacks.