RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI TERHADAP BERBAGAI DOSIS DAN INTERVAL PENYIRAMAN AIR LIMBAH KOLAM IKAN LELE PADA TANAH ALUVIAL

PUTRI LESTARI, Basuni Basuni, Purwaningsih Purwaningsih

Abstract


Kegiatan budidaya ikan lele menghasilkan limbah yang berasal dari feses dan sisa pakan yang mengandung protein tinggi. Air limbah kolam lele dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman, disamping itu ternyata air limbah kolam ikan lele ini memiliki kandungan hara yang dapat diserap oleh tanaman.

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mencari dosis air limbah lele, interval penyiraman air limbah lele, serta interaksi antar keduanya yang berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Parit Bugis, Gang Nusantara 1, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 15 Agustus - 30 Desember 2019. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan faktorial dengan pola RAL ( Rancangan Acak Lengkap ) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis air limbah kolam lele (D) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan (250, 500 dan 750 ml) dan faktor kedua yaitu interval penyiraman air limbah kolam lele (P) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan (3, 5 dan 7 hari sekali). Variabel pengamatan yang diamati berupa tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong isi, berat biji per tanaman dan bobot 100 biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis air limbah lele tidak mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di tanah aluvial. Interval penyiraman 7 hari memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan berat biji per tanaman walaupun terhadap variabel yang lainnya tidak memberikan pengaruh yang nyata. Dan kombinasi pemberian dosis air limbah lele 750 ml dengan interval penyiraman 5 hari memberikan hasil bobot 100 biji kering terkecil.


Full Text:

DOCX


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v10i1.43679

Refbacks

  • There are currently no refbacks.