ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI LIDAH BUAYA DI KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBURAYA

Dery Satriadi, Abdul Hamid A Yusra, Adi Suyatno

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan finansial usaha pada usahatani lidah buaya di Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive), yaitu Kecamatan Sungai Ambawang atas pertimbangan bahwa Kecamatan Sungai Ambawang merupakan satu-satunya yang memproduksi tanaman lidah buaya di Kabupaten Kubu Raya sebanyak 268,2 ton pada tahun 2019.. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sungai Ambawang selama 1 bulan, jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 70 petani lidah buaya di Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Alat analisis yang digunakan adalah NPV (Net Presen Value), IRR (Internal Rate Of Return), B/C Ratio, PP (Payback Period), Sensitivitas. Analisis dalam penelitian dilakukan dengan membagi perhitungan berdasarkan luas lahan < 1 sampai dengan > 1,5 Ha Net benefit rata-rata perhektar petani dengan luas lahan > 1,5 ha menunjukkan hasil terbaik dan lebih efisien, itu artinya luas lahan yang besar akan lebih menguntungkan daripada lahan yang lebih kecil, dengan biaya investasi rata-rata perhektar sebesar Rp. 26.608.516/Ha dan rata-rata perhektar biaya operasional adalah Rp.3.631.502/Ha. Tingkat suku bunga BI 2019 sebesar 5%, maka nilai NPV yang dicapai adalah Rp.32.511.347, Net B/C Ratio sebesar 1,68 dan IRR sebesar 56,93% serta pengembalian modal selama 2 tahun 8 bulan. Analisis sensitivitas menunjukan bila terjadi kenaikan pupuk sebesar 2,22% (tingkat inflasi pada tahun 2019) untuk luas lahan > 1,5 ha dengan nilai NPV sebesar Rp. 30.341.507, Net B/C Ratio 1,63 dan IRR 69,20% serta pengembalian modal selama 2 tahun 9 bulan. Bila terjadi penurunan harga jual pelepah lidah buaya sebesar 1,33% pada luas lahan > 1,5 ha maka nilai NPV sebesar Rp. 30.870.283, Net B/C Ratio 1,64% dan IRR 58,09% serta pengembalian modal selama 2 tahun 9 bulan.


Full Text:

docx

Refbacks

  • There are currently no refbacks.