PENGARUH FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PADA MEDIA SERBUK GERGAJI

Elly Mustamir, Siti Hadijah, Gusti Randa

Abstract


ABSTRAK                                    

Jamur tiram atau dalam bahasa latin disebut Pleurotus sp. Beberapa jenis jamur tiram yang biasa dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia yaitu jamur tiram putih (P.ostreatus), jamur tiram merah muda P.flabellatus), jamur tiram abu-abu (P. sajor caju), dan jamur tiram abalone (P.cystidiosus). Budidaya jamur tiram putih menurut hasil observasi yang biasa dilakukan untuk menghasilkan suhu dan kelembaban media tanam untuk pertumbuhan jamur tiram putih yaitu dengan cara penyiraman yang dilakukan 1-2 kali dalam sehari, namun penyiraman yang dilakukan petani dalam budidaya jamur tiram belum dapat memberikan hasil yang maksimal di karenakan belum bisa menyesuaikan suhu yang diingkan pada pertumbuhan jamur tiram yang disebabkan pengaruh suhu di khatulistiwa.

Penelitian ini bertujuan untuk mencari frekuensi penyiraman terbaik untuk pertumbuhan jamur tiram di media tanam serbuk gergaji. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura  Pontianak. Waktu penelitian berlangsung selama 3 bulan. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan  yang diberi kode perlakuan ( F ) dan 6 ulangan. Masing –masing ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman. Total penelitian yaitu 72 baglog. F1 penyiraman 1 kali dalam sehari yaitu siang hari, f2 penyiraman 2 kali sehari yaitu pagi dan sore, f3 penyiraman 3 kali sehari yaitu pagi, siang dan sore, f4 penyiraman 4 kali sehari yaitu selama 3 jam sekali. Variabel pengamatan yaitu waktu panen pertama (HST), bobot segar jamur tiram/baglog, diameter tudung jamur tiram, jumlah tubuh buah, suhu media tanam dan pH media tanam jamur tiram. Pengamatan dilakukan setiap hari.

Full Text:

DOCX


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v9i2.40307

Refbacks

  • There are currently no refbacks.