KEBERHASILAN SAMBUNG MINI TANAMAN DURIAN PADA BERBAGAI VARIETAS BATANG ATAS

Teddy Akbar Fitriady, Agustina Listiawati, Warganda Warganda

Abstract


Sambung mini merupakan proses perbanyakan tanaman dengan cara sambung pucuk yang dilakukan lebih awal pada batang bawah yang masih sangat muda. Setiap varietas yang digunakan sebagai batang atas tentunya memiliki sifat, karakteristik dan tanggapan yang berbeda karena perbedaan genetik yang dimiliki antar varietas terhadap keberhasilan penyambungan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mencari varietas unggul yang terbaik sebagai batang atas terhadap tingkat keberhasilan sambung mini. Penelitian dilaksanakan di rumah pembibitan milik Rumah Kompos Pendidikan Untan (RKPU), Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak. Persiapan penelitian dimulai pada Februari 2019 untuk penyediaan batang bawah yang berasal dari biji durian lokal. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 5 April 2019 hingga 5 Juli 2019. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan, yaitu : v1 = varietas Montong (kontrol), v2 = varietas Sunan, v3 = varietas Raja Mabah, v4 = varietas Aspar dan v5 = varietas Torong. Masing-masing perlakuan diulangsebanyak 5 kali dan setiap ulangan terdapat 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati adalah persentase keberhasilan sambungan (%), pertambahan panjang batang atas (cm), diameter batang atas (cm), jumlah tunas (tunas), panjang tunas (cm) dan jumlah daun (helai). Apabila hasil analisis berpengaruh nyata, dilakukan uji lanjut menggunakan uji Dunnett, yaitu uji yang sangat cocok untuk pengujian mutu, salah satunya adalah mutu varietas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Raja Mabah menghasilkan tingkat keberhasilan sambung mini yang terbaik terhadap persentase keberhasilan sambungan dan diameter batang atas.

Kata Kunci : durian, sambung mini, varietas


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.