IDENTIFIKASI POTENSI LAHAN PERTANIAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGINDERAAN JAUH DI KECAMATAN NANGA TAYAP KABUPATEN KETAPANG

Ivannalis Saputra, Rini Hazriani,SP.,M.Si, Ari Krisnohadi,SP.,M.Si

Abstract


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan peranan Sistem Informasi Geografis dalam penentuan Indeks Potensi Lahan dan mengetahui kelas Indeks Potensi Lahan yang digunakan lahan pertanian di Kecamatan Nanga Tayap. Metode yang digunakan dalam penentuan nilai Indeks Potensi Lahan adalah pengharkatan (skoring) dan tumpang susun (overlay) terhadap masing – masing parameter. Parameter Indeks Potensi Lahan meliputi Topografi, Litologi, Jenis Tanah, Hidrogeologi sebagai parameter pendukung dan Tingkat Bahaya Erosi sebagai parameter pembatas. Nilai Indeks Potensi Lahan yang telah diperoleh, kemudian di-overlay dengan lahan pertanian untuk memperoleh Nilai Indeks Potensi Lahan khusus pada lahan pertanian. Berdasarkan hasil penelitian, Kecamatan Nanga Tayap memiliki lahan pertanian seluas 79.590,59 ha atau 46,06  % dari luas Kecamatan yaitu 172.800 ha. Indeks Potensi Lahan terbagi atas 5 kelas, yaitu : kelas I       ( Sangat Tinggi ), Kelas II ( Tinggi ), Kelas III ( Sedang ), Kelas IV ( Rendah ), Kelas V ( Sangat Rendah).  Kelas Indeks Potensi Lahan paling luas yang digunakan lahan pertanian di Kecamatan Nanga Tayap berada pada kelas IV, yaitu sebesar 33.058,96 ha atau 19,13 %, kelas III seluas 20.144,07 ha atau 11,66 %, kelas II seluas 14.465,46 ha atau 8,37 %, kelas I seluas 11.560,68 ha atau 6,69 %, dan kelas V seluas 361,42 ha atau 0,21 %.

Kata Kunci : Indeks Potensi Lahan, SIG, Penginderaan Jauh


Refbacks

  • There are currently no refbacks.