STUDI ETNOBOTANI TUMBUHAN PANGAN LOKAL DI HUTAN ENGKANGINKECAMATAN AIR BESAR KABUPATEN LANDAK

edo abdari pratama, Dr. SULVI PURWAYANTI, STP.MP Dr. SULVI PURWAYANTI, STP.MP, MUHAMMAD PRAMULYA, SP.,M.Si MUHAMMAD PRAMULYA, SP.,M.Si

Abstract


Etnobotani merupakan ilmu botani mengenai pemanfaatan tumbuhan dalam keperluan sehari-hari dan adat suku bangsa. Studi etnobotani tidak hanya mengenai data botani taksonomis saja, tetapi juga menyangkut pengetahuan botani yang bersifat kedaerahan, berupa tinjauan interpretasi dan asosiasi yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan tanaman, serta menyangkut pemanfaatan tanaman tersebut lebih diutamakan untuk kepentingan budaya dan kelestarian sumber daya alam.Penelitian ini bersifat kualitatif, metode yang dilakukan dalam pengambilan data adalah metode survei eksploratif. Pengambilan data dan sampel, tumbuhan pangan dilakukan dengan cara menjelajah seluruh areal penelitian serta wawancara dengan menggunakan informan kunci. Hasil penelitian ini mendapatkan tumbuhan lokal sebanyak 87 spesies.Tumbuhan yang teridentifikasi sebanyak 82 spesies dari 42famili yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan.Tumbuhan lokal yang paling banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan adalah sayur 44,8%, buah 35,6%,  bahan bumbu 9,2%, legum 4,6% sedangkan jenis umbi 3,5% dan serelia2,3%. Tumbuhan pangan lokal yang berpotensi dikembangkan adalah ara, belimbing darah, jamur kerang, jentaan, gamang hantu, lemba, san-sangk, jamur mata pelanduk, pekawai, roak, rebung dan cempedak.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.