IDENTIFIKASI STATUS HARA N P DAN K UNTUK TANAMAN KELAPA SAWIT DI DESA KUALA ROSAN KECAMATAN MELIAU KABUPATEN SANGGAU

kabul dianta sumarja, Asrifin Aspan, Ismahan Umran

Abstract


IDENTIFIKASI STATUS HARA N, P DAN K UNTUK TANAMAN KELAPA SAWIT DI DESA KUALA ROSAN KECAMATAN MELIAU KABUPATEN SANGGAU

Kabul Dianta Sumarja(1), Asrifin Aspan (2), Ismaham Umran (2)

(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan

(2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Pontianak

ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status hara N, P dan K di lokasi penelitian agar dapat memberikan rekomendasi pemupukan guna meningkatkan produktifitas tanah dalam menyediakan unsur hara yang dibutuhkan untuk produksi tanaman kelapa sawit. Hasil produksi tanaman kelapa sawit di lokasi penelitian lebih rendah dari target yang ingin dicapai oleh petani. Menurut hasil wawancara dan survei yang diperoleh dari petani, tanaman kelapa sawit di lokasi penelitian hanya mampu berproduksi sebesar 16,97 ton/ha/tahun, sedangkan produksi kelapa sawit Marihat dengan umur yang sama (7 tahun) pada Kebun Percobaan Balit Marihat yaitu sebesar 18 ton/ha/tahun (PTPN VII, 1993) Selain itu jika melihat langsung tanaman kelapa sawit pada lokasi penelitian juga terdapat gejala defisiensi unsur hara, seperti daun yang menguning, sehingga perlu diketahui penyebab dan cara mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Desember 2015, di Desa Kuala Rosan Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau dengan luas lokasi 5 hektar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari (1) survei lokasi yang meliputi pengumpulan data-data yang dibutuhkan dan pengambilan contoh tanah komposit (disturbed), (2) analisis contoh tanah di laboratorium serta (3) analisis data dan penyajian hasil penelitian mengenai status kesuburan tanah untuk memberikan rekomendasi pemupukan pada lokasi penelitian. Pengambilan sampel tanah didahului dengan penentuan titik pengambilan sampel tanah dengan metode pengambilan sampel secara diagonal serta contoh tanah komposit. Pada lokasi A1, A2, A3, A4 dan A5 masing-masing diambil sampel tanah dengan menggunakan bor dengan kedalaman 30 cm, sampel diambil di antara tajuk-tajuk kelapa sawit dengan jarak antar titik sampel ± 50 m atau menyesuaikan kondisi lokasi penelitian. Variabel pengamatan meliputi : pH, C-Organik, N-total, P-tersedia, K-dd, dan Al-dd. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaksi tanah (pH) bersifat masam, C-Organik rendah, N-Total sedang, P-Tersedia Tinggi sampai sangat tinggi, kandungan K-dd dan Al- dd sangat rendah di semua lokasi. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan rekomendasi pemupukan untuk tanaman kelapa sawit pada lokasi penelitian yaitu 963,76 g/pohon Urea, 603,64 g/pohon SP-36 dan 2494,13 g/pohon KCL yang diberikan sebanyak 4 kali dalam setahun.

 

Kata Kunci : kelapa sawit, identifikasi status hara,

 


Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.