PENGARUH KONSENTRASI KAPUR TOHOR PADA BERBAGAI LAMA PENGERINGAN TERHADAP PEMATAHAN DORMANSI BENIH PEPAYA

tri norhayanti, tantri palupi, asnawati asnawati

Abstract


Benih pepaya memiliki perbedaan dengan benih lain, yaitu sewaktu masih dalam buah benih pepaya diselimuti oleh aril (sarcotesta) yang menyebabkan kulit benih sulit ditembus oleh air dan oksigen sehingga benih pepaya memiliki masa dormansi. Untuk mematahkan dormansi benih pepaya perlu dilakukan penghilangan sarcotesta yang menempel pada permukaan benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kapur tohor yang terbaik; lama pengeringan yang terbaik; dan interaksi antara konsentrasi kapur tohor dan lama pengeringan terhadap pematahan dormansi benih pepaya. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan petak terbagi (split-plot) dengan 2 faktor. Perlakuan berbagai tingkat lama pengeringan (P) sebagai main plot dengan 3 taraf yaitu (p0) 0 hari, (p1) 2 hari, (p2) 4 hari  dan konsentrasi kapur tohor (K) sebagai sub plot dengan 4 taraf yaitu (k0) 0 g/l, (k1) 20 g/l, (k2) 25 g/l, dan (k3) 30 g/l. Keseluruhan perlakuan ada 12 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kapur tohor 20 g/l merupakan konsentrasi yang efektif untuk pematahan dormansi benih pepaya dengan tolok ukur daya berkecambah, indeks vigor, dan keserempakan tumbuh, sementara lama pengeringan 2 hari efisien untuk meningkatkan daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, dan kecepatan tumbuh.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v4i2.10813

Refbacks

  • There are currently no refbacks.