Keanekaragaman Rheofitoplankton Sebagai Bioindikator Kualitas Air Sungai Kapuas di Kabupaten Sanggau

Sinobius Semiden, Tri Rima Setyawati, Mukarlina

Abstract


Sungai Kapuas merupakan salah satu sungai yang melintasi dan menghubungkan beberapa kabupaten yang terdapat di Kalimantan Barat, salah satunya adalah Kabupaten Sanggau. Pemantauan kualitas air dapat dilakukan menggunakan bioindikator, salah satu bioindikator yang bisa digunakan adalah rheofitoplankton. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman rheofitoplankton dan kualitas air di Sungai Kapuas di Kabupaten Sanggau. Pengambilan sampel dilakukan pada 4 stasiun dengan 3 kali ulangan pada masing-masing titik pengambilan. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Nopember dan Desember 2011. Rheofitoplankton yang diperoleh sebanyak 37 genera yang terdiri dari divisi Chrysophyta sebanyak 14 genera, Chlorophyta 15 genera dan Cyanophyta 8 genera. Kelimpahan tertinggi terdapat pada lokasi satu (1092,61 Ind/l) dengan kelimpahan genera tertinggi yaitu Desmidium dan Spirogyra. Kelimpahan terendah terjadi pada lokasi dua (801,7 Ind/l) dengan kelimpahan genera tertinggi yaitu Spirogyra dan Rhizosolenia. Indeks keanekaragaman rheofitoplankton (H) berkisar antara 2,2920-2,8470, indeks dominansi Simpson (D) berkisar antara 0,0710-0,1670, indeks kemerataan Sorensen (E) berkisar antara 0,753-0,916. Berdasarkan analisis keanekaragaman rheofitoplankton, Sungai Kapuas di Kabupaten Sanggau sudah tercemar ringan, namun kondisi fisika-kimia air masih mampu mendukung kehidupan rheofitoplankton.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/protobiont.v2i2.2742

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


                                           

Dipublikasikan oleh
Jurusan Biologi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Tanjungpura
Kerjasama dengan
Perhimpunan Biologi Indonesia

 

 

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.