REMEDIASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI RANGKAIAN LISTRIK SEDERHANA MENGGUNAKAN WAWANCARA KLINIS DALAM BAHASA IBU

Shella Junila, Leo Sutrisno, Syukran MurSyid

Abstract


Abstrak: Tujuan penelitian ini diarahkan untuk merancang wawancara klinis dalam bahasa Ibu yang digunakan sebagai kegiatan remediasi miskonsepsi siswa SD khususnya tentang rangkaian listrik sederhana. Sembilan orang siswa yang menggunakan bahasa Tionghua “Khek” dengan tingkat pengetahuan tinggi, sedang, dan rendah. Masing-masing tingkat pengetahuan terdiri dari tiga orang yang ditentukan dengan cara sampling purposive. Prosedur pengumpulan data menggunakan soal pilihan ganda dengan tiga alternatif jawaban dan pedoman wawancara klinis. Perubahan miskonsepsi siswa dianalisis menurut tingkat pengetahuan tinggi, sedang, dan rendah serta pengaruh penggunaan bahasa ibu dalam wawancara dan posttest. Penggunaan bahasa Ibu pada posttest lebih baik hasilnya terhadap perubahan miskonsepsi siswa. Wawancara klinis dalam bahasa Ibu yang dirancang ternyata dapat digunakan untuk meremediasi miskonsepsi siswa SD Abdi Agape pada materi rangkaian listrik sederhana. Diharapkan kegiatan wawancara klinis dalam bahasa Ibu dapat menjadi metode alternatif untuk meremediasi miskonsepsi siswa.

Kata kunci: Wawancara klinis, remediasi miskonsepsi, rangkaian listrik sederhana

Abstract: This research aims to design a clinical interview in mother tonque that can be used for decreasing elementary school students’ misconceptions especially about simple electrical circuit. Participants were 9 grade-6 students who speak Thionghua “Khek” as their mother tongue. They are respectively divided into three levels of knowledge such as high, medium, and low. Each of the level of knowledge consists of three students that have been chosen by purposive random sampling. Students’ conceptual understanding and misconceptions were prompted by a set of diagnostic test with three alternative answers and followed a clinical interview about simple electrical circuit to remediate their misconceptions. There is no significant difference of conceptual change between student with high, medium, and low level of knowledge. Usage of a mother tongue in the posttest is better than in Bahasa for the students’ conceptual change. This design of clinical interview in mother tongue can be used to foster conceptual understanding and to decrease most of the students’ misconceptions in simple electrical circuit.

Keywords: Clinical interview, decreasing misconception, simple electrical circuit


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


e-ISSN : 2715-2723