PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK DI LAHAN PERTANIAN TERHADAP KUALITAS AIR PADA SALURAN TERSIER DI KAWASAN RASAU JAYA III

Lila Bila Renica

Abstract


ABSTRAK

Salah satu aktivitas yang dapat menyebabkan turunnya kualitas air permukaan adalah aktivitas pertanian. Lahan pertanian yang masih aktif digunakan oleh masyarakat salah satunya terdapat di Kabupaten Kubu Raya Kecamatan Rasau Jaya III. Daerah ini merupakan wilayah yang sebagian besar adalah lahan pertanian dan perkebunan sehingga dalam penggunaan pupuk sangatlah diperhatikan. Salah satu jenis pupuk yang banyak digunakan pada sektor pertanian adalah jenis pupuk NPK (Nitrogen-Fosfor-Kalium). Seperti di daerah Rasau Jaya III, sebagian besar petani menggunakan jenis pupuk ini untuk menyuburkan lahan pertanian mereka khususnya tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas air permukaan dan pengaruh jarak pengambilan sampel terhadap konsentrasi pupuk ditinjau dari parameter Nitrat Phosfat dan Kalium pada saluran tersier kawasan Rasau Jaya III. Sumber pupuk pada penelitian ini hanya berasal dari satu petak sawah saja, hal ini dikarenakan tidak tersedianya pupuk NPK untuk petani seperti periode tanam sebelumnya.

Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah grab sampling. Sampel diambil pada 10 titik sebelum dan setelah pemupukan di saluran tersier kawasan Rasau Jaya III. Pengambilan sampel setelah pemupukan dilakukan pada kondisi air yang sedang surut dan intensitas curah hujan yang rendah.

Hasil analisis pada ketiga parameter nitrat, phosfat dan kalium baik sebelum ataupun setelah pemupukan masih berada dibawah ambang batas baku mutu menurut PP RI No 82 Tahun 2001 dimana untuk parameter nitrat ambang batas baku mutu kelas IV adalah 20 mg/l. Untuk parameter phosfat baku mutu kelas IV adalah 5 mg/l. Parameter kalium tidak terdapat pada standar baku mutu menurut PP RI No 82 Tahun 2001. Nilai korelasi nitrat sebelum pemupukan adalah -0,11 dan setelah pemupukan adalah -0,52, kedua nilai tersebut dikategorikan  tidak ada korelasi, karena nilai tersebut cenderung mendekati nilai 0. Untuk nilai korelasi phosfat sebelum pemupukan adalah -0,05 dan phosfat setelah pemupukan adalah -0,12. Kedua nilai tersebut juga dikategorikan tidak ada korelasi. Untuk parameter kalium nilai korelasi (r) nya tidak dapat dihitung karena nilai konsentrasi yang sama disetiap titik pengambilan sampelnya. Tidak adanya korelasi antara jarak pengambilan sampel terhadap konsentrasi yang didapat dikarenakan beberapa faktor yang mempengaruhi penelitian pada saat pengambilan sampel seperti sumber pupuk yang berasal hanya dari satu petak sawah saja dan juga intensitasi curah hujan yang cukup rendah.

 

Kata kunci : lahan pertanian, pupuk NPK, saluran tersier, kualitas air.

 


Full Text:

Untitled


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jtllb.v3i1.9386

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.