PENGARUH INFILTRASI TERHADAP PENURUNAN PERMUKAAN TANAH PADA LAHAN GAMBUT KAWASAN KONSERVASI TAMAN WISATA ALAM (TWA) BANING KABUPATEN SINTANG

FARIZ ARRIZMI

Abstract


ABSTRAK

Taman Wisata Alam (TWA) Baning merupakan salah satu kawasan konservasi di Kalimantan Barat yang terletak di Kabupaten Sintang, Kecamatan Sintang yang memiliki tipe ekosistem rawa gambut (peat). Berdasarkan hasil survei dan observasi pada tahun 2012, terlihat bahwa kondisi lahan gambut di daerah ini mengalami penurunan permukaan tanah (subsidence). Penurunan permukaan tanah ini disebabkan oleh adanya peristiwa over-drainage. Over-drainage adalah peristiwa atau fenomena yang terjadi di lahan gambut yang ditandai dengan keluarnya air dari dalam tanah secara berlebihan karena proses infiltrasi yang terjadi pada lahan gambut tersebut tidak sempurna (kurang/minim) atau bisa dikatakan rusak yang disebabkan oleh perubahan fisik tanah gambut karena adanya perubahan vegetasi akibat kebakaran lahan dan pembangunan infrastruktur yang tidak tepat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya infiltrasi yang terjadi, mengetahui besarnya penurunan permukaan tanah (subsidence) yang terjadi, dan mengetahui pengaruh infiltrasi yang terjadi terkait dengan perubahan sifat fisik tanah gambut sehingga mengakibatkan penurunan permukaan tanah (subsidence) pada lahan gambut di kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Baning dalam usaha konservasi.

Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil sampel tanah dengan hand-boring dengan kedalaman 50 cm dan melakukan pengamatan level muka air tanah menggunakan pipa paralon yang diberi pori di Taman Wisata Alam (TWA) Baning pada areal Hutan Sekunder Rawa Gambut dengan luas 132 Ha, sebanyak 5 titik sampel secara vertikal dengan jarak per 200 meter selama 3 hari dengan waktu pagi, siang, dan sore hari.

Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil infiltrasi yang terjadi di Taman Wisata Alam (TWA) Baning sebesar antara 16,05 mm/jam-48,92 mm/jam dan termasuk kategori kelas infiltrasi agak lambat dan sedang. Sedangkan, untuk subsidence yang terjadi di lokasi ini yaitu selama ± 22 tahun terjadi penurunan permukaan tanah sebesar 182 cm/tahun atau sekitar 1,82 m/tahun. Dari besarnya penurunan permukaan tanah (subsidence) yang telah dijabarkan, diketahui bahwa jika sifat fisik tanah berubah, terganggu, dan/atau rusak akan berpengaruh terhadap infiltrasi. Hal ini terlihat dari rendahnya kandungan kadar air gambut di TWA Baning, dikarenakan infiltrasi yang terjadi tidak maksimal sehingga menyebabkan over-drainage yang bisa berakibat terhadap penurunan permukaan tanah (subsidence).

Kata kunci : Tanah Gambut, Infiltrasi, Subsidence, dan Over-drainage.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jtllb.v3i1.9080

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.