PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK TERHADAP KUALITAS AIR TANAH DI LAHAN PERTANIAN KAWASAN RAWA RASAU JAYA III, KAB. KUBU RAYA

Uly Fikri

Abstract


ABSTRAK

Pada lahan pertanian penggunaan pupuk sangatlah berpengaruh demi kelangsungan hidup tanaman di lahan pertanian, akan tetapi di sisi lain penggunaan pupuk dapat mempengaruhi kualitas air tanah dikarenakan pupuk yang digunakan adalah pupuk kimia atau anorganik salah satunya pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK (Nitrogen, Fosfor, dan Kalium) dan persentase kenaikan konsentrasi terhadap kualitas air tanah serta mengetahui pola penyebaran yang disebabkan penggunaan pupuk NPK sebelum pemupukan dan 3 (tiga) hari setelah pemupukan di lahan pertanian kawasan rawa Rasau Jaya III, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya.

Metode pada penelitian ini adalah melakukan pengukuran kedalaman ke muka air tanah dengan membuat sumur pantau sebanyak 25 (dua puluh lima) buah dengan jarak ± 50 meter dan menganalisa pola sebaran kedalaman ke muka air tanah, untuk mewakili tingkat pencemaran air tanah diambil 5 (lima) buah sampel kualitas air pada sumur pantau secara diagonal. Pengambilan sampel kualitas air dilakukan pada 2 (dua) fase yaitu saat sebelum pemupukkan dan 3 (tiga) hari setelah pemupukkan, pupuk NPK yang digunakan dengan perbandingan 20:10:10 yaitu 20% Nitrogen, 10% Fosfat, dan 10% Kalium.

Hasil penelitian mendapatkan bahwa kualitas air tanah karena konsentrasi N, P, dan K melebihi baku mutu PP RI No.82 Tahun 2001 kelas II, di mana titik konsentrasi tertinggi berada di titik D4. Analisis kualitas air tanah dengan persentase kenaikan tertinggi pada Konsentrasi Nitrogen (N) di titik B2 saat sebelum pemupukkan sebesar sebesar 29,58 mg/l dan saat setelah pemupukkan sebesar 77,45 mg/l dengan persentase kenaikan 161,83% (di atas baku mutu). Konsentrasi Fosfor (P) di titik D4 tertinggi saat sebelum pemupukkan sebesar 1,89 mg/l dan saat setelah pemupukkan 49,03 mg/l dengan persentase kenaikan 2494,18% (di atas baku mutu). Konsentrasi Kalium (K) di titik B2 tertinggi saat sebelum pemupukkan sebesar 8,4 mg/l dan saat setelah pemupukkan sebesar 34,92 mg/l dengan persentase kenaikan 315,71%. Aliran air tanah di lokasi penelitian mengikuti ketinggian elevasi tanah, mengalir tempat tinggi menuju ke tempat yang rendah membawa kontaminan dan terjadi penyebaran kontaminan pada elevasi tanah yang relatif rendah.

Kata Kunci : Air Tanah, Pola Sebaran Kontaminan, Pupuk NPK.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jtllb.v2i1.8280

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.