STUDI PENGOLAHAN LIMBAH TINJA UNTUK LAHAN BASAH

Wahyu Ramadhan

Abstract


ABSTRAK

Masyarakat Kota Pontianak rata-rata menggunakan sistem cubluk sebagai tempat penampungan limbah tinja. Penampungan limbah tinja seperti ini dapat mencemari air tanah. Model dari sistem pengolahan limbah tinja yang digunakan yaitu septik tank yang terbuat dari bahan fiber dan dilengkapi dengan filter. Sistem pengolahan limbah tinja ini dibuat hanya berupa prototype yaitu dalam skala kecil atau skala laboratorium. Dalam penulisan ini dilakukan penelitian terhadap efisiensi media filter yang digunakan di dalam prototype septik dengan waktu detensi yang berbeda yaitu 1 hari, 2 hari dan 3 hari. Penelitian ini dilakukan dengan menguji sampel air limbah setelah melewati media filter selama 1 hari, 2 hari dan 3 hari. Pembuatan prototype septik tank ini dilakukan di Laboratorium Hidrolika Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura. Efisiensi pengolahan lanjutan dengan filter yang telah dihitung menunjukkan bahwa waktu detensi 3 hari merupakan waktu detensi terbaik dengan memiliki nilai efisiensi hingga 92,86% dalam menurunkan kadar bakteri E.Coli. Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik bahwa effluent standar parameter BOD 56 mg/L untuk waktu detensi 3 hari telah memenuhi baku mutu effluent standar Air Limbah Domestik. Sedangkan menurut Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air bahwa stream standar untuk parameter Nitrat belum memenuhi baku mutu kelas air yang paling rendah (kelas IV) yang diperuntukkan untuk pengairan.

Kata-kata kunci : Air limbah tinja, Prototype septik tank, Efisiensi Media Filter


Full Text:

Untitled


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jtllb.v2i1.7418

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.