Pemanfataan Cangkang Keong Susuh Kura (Sulcospira Testudinaria) Sebagai Adsorben Untuk Menyerap Logam Besi (Fe) di Perairan dengan Kajian Variasi Suhu Kalsinasi Adsorben

Wivina Diah Ivontianti, Syahrul Khairi, Ria Devitasari, Yusup Yusup

Abstract


This research is the use of snail susuh kura (Sulcospira testiudinaria) as an adsorbent to absorb ferrous metal (Fe2+) by studying the variation calcination temperatures of the adsorbent. The purpose of this study was to determine the characteristics of the adsorbent based on XRD, FTIR and GSA analysis. In this experiment also carried out temperature variations of calcination in 110 (without calcination), 500 and 900 The fixed variables in this study were the adsorbate volume of 100 mL with a concentration of 100 mg / L, stirring speed of 250 rpm and adsorption time of 30 minutes. Based on the XRD, FTIR and GSA analysis tests, after calcination at a temperature of 500 , the adsorbent of tortoise snail shells showed the best adsorbent in the form of CaCO3 calcite, having O-C-O and –OH functional groups that can play a role in metal absorption in the adsorption process, and have a surface area of 28.832 m2 / g, pore volume of 0.021 cc / g, and a pore radius of 11.6 Å. Then the metal ion adsorption process was carried out with variations in calcination temperature and the best absorption of adsorbent occurs at a temperature of 500 with an efficiency value obtained of 80%. 


Asbtrak


Penelitian ini memanfaatkan keong susuh kura (Sulcospira testiudinaria) sebagai adsorben untuk menyisihkan logam besi (Fe2+) dengan kajian variasi temperature kalsinasi adsorben. Penelitian ini untuk mengetahui karakteristik adsorben berdasarkan analisis XRD, FTIR dan GSA. Pada percobaan ini dikaji variasi temperature kalsinasi 5000C, 9000C dan tanpa kalsinasi (1100C). Penelitian ini menggunakan  volume adsorbat 100 mL dengan konsentrasi 100 mg/L, kecepatan pengadukan 250 rpm dan waktu adsorpsi 30 menit sebagai variable tetap. Berdasarkan uji analisis XRD, FTIR dan GSA, adsorben cangkang keong susuh kura setelah kalsinasi pada temperatur 500  menunjukan adsorben terbaik yang berbentuk CaCO3 kalsit, memiliki gugus fungsi O-C-O dan –OH yang dapat berperan dalam penyerapan logam pada proses adsorpsi, dan memiliki luas permukaan sebesar 28,832 m2/g, volume pori 0,021 cc/g, dan radius pori 11,6 Å. kemudian dilakukan proses adsorpsi ion logam Fe dengan variasi temperatur kalsinasi dan penyerapan terbaik adsorben terjadi pada suhu 500  dengan nilai efisiensi yang diperoleh sebesar 80%. 



Keywords


Snail Susuh Kura; Calcination; CaCO3 Adsorbent; Adsorption; Fe2+ Metal Ion

Full Text:

PDF

References


Agung, A. R., 2013. Pemanfaatan Limbah Cangkang Keong Sawah (Bellamya Javanica) Untuk Sintesis Hdiroksiapatiti Dengan Modifikasi Pori Mengguanakan Pati Beras Ketan. Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Bogor, Bogor.

Boro, J., Thakur, A. J., & Deka, D. 2011. Solid Oxide Derived From Waste Shells of Turbonilla Striatula as a Renewable Catalyst for Biodiesel Production. Fuel Processing Technology 92: 2061-2067.

Correia, L. M., Saboya, R. M. A., De Sousa Campelo, N., Cecilia, J. A., Rodriguez-Castellon, E., Cavalcante C.L., & Vieira, R. S., 2014.

Characterization of Calcium Oxide Catalysts From Natural Sources And Their Application In The Transesterification of Sunflower Oil, Bioresource technology,152, 207-213.

Delvita H. D., dan Ramli. 2015. Pengaruh Variasi Temperatur Kalsinasi Terhadap Karakteristik Kalsium Karbonat Dalam Cangkang Keong Sawah Yang Terdapat di Kabupaten Kasaman. FMIPA, Universitas Negeri Padang.

Mohadi, R., Lesbani, A., dan Susie, Y.2013. Preparasi dan Karakterisasi Kalsium Oksida (CaO) dari Tulang Ayam. Fakultas MIPA, Universitas Sriwijaya.

Mujizah, S. 2010. Pembuatan dan Karakteristik Karbon Aktif dari Biji Kelor (Moringa oleifera. Lamk) dengan NaCl sebagai Bahan Pengaktif. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Malang, Hal 30-32.

Notohadiprawiro, T. 2010. Tanah dan Lingkungan. Direktorat Jendral Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

Nyimas Dewi Sartika, dkk., 2014. Pembuatan Arang Aktif Berbahan Baku Bagas Tebu Melalui Kombinasi Proses Karbonisasi Hidrotermal dan Aktivasi Kimia. Jurnal Teknologi Industry Pertanian. Vol. 24. No. 2, 157-165.

Okoro, I.A. and Okoro, S.O., 2011. Agricultural by Product as Green Chemistry Adsorbent for The Removal and Recovery of Metal Ions From Waste Water Environments. J. Water Air Soil Pollut. 2(1), 15-22.

Periasamy,K. dan Mohankumar,G. 2016. Sea coral-derived cuttlebone reinforced epoxy composites: Characterization and Tensile properties evaluation with mathematical models, Jurnal of Comosite Materials.

Ratanapom. Y, Duangkamol Na – Ranong, Recycling Osyter Shell as Adsorbent for Phosphate Removal, The 21st Thai Institute of Chemical Engineering and Applied Chemistry, (2011). Diakses 27 Oktober 2013.

Yustina Supeni, Rahmad Nuryanto, dan Taslimah. 2013. Pengaruh Variasi Waktu Terhadap Produk Pirolisis Limbah Serabut Sagu (Metroxylon sp.). Chem Info vol. 1 No. 1. 310-315.

Zulfikar Muhammad A., Edeh Dieke Mariske and Samitha Dewi D., 2012. Adsorption of Lingnosulfonate Compounds Using Powder Eggshell. Songklanakarin Journal of Science and Technology (SJST). 34 (3).




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jtllb.v10i1.51649

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.