PENGARUH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP KUANTITAS AIR DENGAN PENDEKATAN NERACA AIR TANAMAN (STUDI KASUS DI PT. REZEKI KENCANA)

Inge Meitasari

Abstract


Kelapa sawit menjadi komoditas primadona dunia, akan tetapi konsekuensinya adalah perambahan dan konversi hutan yang tidak dapat dielakkan. Adanya perubahan penggunaan lahan akan mengubah sistem dan tatanan neraca air yang ada di wilayah gambut tersebut. Penelitian ini mengkaji nilai tatanan neraca air dengan melakukan penelitian terhadap perbandingan nilai kuantitas air khususnya surplus dari neraca air tanaman antara lahan perkebunan kelapa sawit dengan lahan hutan. Model neraca air tanaman yang dipergunakan adalah neraca air lahan Thorthwaite & Mather (1957) yang telah dimodifikasi. Nilai surplus pada lahan perkebunan sawit 1.091 mm, sementara pada lahan hutan konversi sebesar 1.151 mm. Maka langkah yang dilakukan oleh manajemen perkebunan adalah dengan mempertahankan wilayah konservasi sebagai penampung alami, rorak untuk meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah dan membuat embung besar.
Kata kunci: Neraca air tanaman, kelapa sawit, lahan gambut.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jtllb.v2i1.5161

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.