EFEKTIVITAS LIMBAH CANGKANG KEPITING SEBAGAI BIOKOAGULAN DALAM PENURUNAN KADAR KEKERUHAN DAN WARNA AIR BAKU SUNGAI KAPUAS

Yuda Kurniawan

Abstract


Abstrak

 

Koagulasi-flokulasi merupakan salah satu proses di Instalasi Pengolahan Air yang bertujuan menghilangkan partikel tersuspensi dan koloid. Koagulan yang paling banyak digunakan di instalasi pengolahan air saat ini adalah tawas. Namun, penggunaan tawas dapat menimbulkan efek bagi lingkungan dan kesehatan manusia dikarenakan sifatnya yang tidak mudah terbiodegradasi. Cangkang kepiting mengandung zat yang mampu berfungsi sebagai kitin terdeasetilasi yaitu kitin dan kitosan. Kitosan memiliki kemampuan sebagai koagulan karena memiliki banyak kandungan nitrogen pada gugus aminanya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui efektivitas dari kitosan cangkang kepiting dalam menurunkan kadar kekeruhan dan warna air baku Sungai Kapuas dibandingkan dengan koagulan sintetis yaitu tawas. Adapun tahapan penelitian ini meliputi pembuatan kitosan dan uji karakteristik kitosan cangkang kepiting, penentuan pH dan dosis optimum dengan metode jar test, uji parameter kekeruhan dan warna, dan analisis data. Hasil uji karakteristik kitosan menunjukkan nilai rendemen kitosan cangkang kepiting adalah 17,57%, kadar air kitosan cangkang kepiting yaitu 3,93%, dan derajat deasetilasi sebesar 94,97%. Pada uji jar test, didapatkan dosis optimum kitosan adalah 300 mg/l pada pH optimum 3 untuk penurunan parameter kekeruhan dan warna. Efektivitas penurunan kekeruhan oleh kitosan cangkang kepiting sebesar 61,4% dan penurunan kadar warna sebesar 86,35%.

 

Kata Kunci: kepiting, kitosan, koagulan, koagulasi


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jtllb.v10i1.48540

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.