Perancangan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R di Kelurahan Sungai Jawi Dalam Kota Pontianak

Siti Marsyah Putri Lestari, Laili Fitria, Hendri Sutrisno

Abstract


Abstract

 

In the implementation of the construction of the recycling area, several stages are needed, one of which is the phase of selecting a suitable location for the construction of the recycling area. This study aims to analyze the potential sites for the construction of recycling area using the participatory selection (selotif) method then after determining the appropriate locations, the design of the recycling area includes reception and sorting areas, composting area and other supporting facilities. The method in carrying out research at the initial stage is to identify the location of the study area and perform population projections to determine waste generation for the next 20 years. The research location in Kelurahan Sungai Jawi Dalam then divides 2 zones of prospective locations to be scored using that method. From the results of population projections in 2021, the population of Kelurahan Sungai Jawi Dalam is 35,402 people with a loading rate of 2.68 liters/person/day so that the capacity of the waste generated is 94,877 liters/day. Then from the scoring of the indicator variable tape, zone A obtained a cumulative value of 1190 and zone B of 1030 so that the zone selected as the location for the construction of recycling area was zone A with the availability of land for development of 896 m2. It is planned that the recycling area will serve 400 family members, with the rate of waste generated then compared to the waste generation of Kelurahan Sungai Jawi Dalam in 2021, the presence of the recycling area which is planned to reduce 4.52% of the waste that goes to the landfill. Recycling area requirements are 166.75 m2 consisting of 5.0 m2 organic waste storage, 7.0 m2 sorting area, 36.75 m2 composting area, 24.0 m2 sifting area, and anorganic waste area. 9.0 m2 then supporting facilities such as warehouse 18.0 m2, office 18.0 m2 security, 3.0 m2 residual area 10.0 m2, garage 30 m2 and bathroom 6.0 m2.

 

 

Keywords: waste, selotif, recycling area

 

Abstrak

 

Dalam pelaksanaan pembangunan TPS 3R dibutuhkan tahapan pemilihan lokasi yang layak untuk pembangunan TPS 3R. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis calon lokasi TPS 3R dengan metode seleksi partisipatif (selotif), setelah ditentukan lokasi kemudian merancang area TPS 3R berupa area penerimaan dan pemilahan, area komposting dan fasilitas pendukung lainnya. Metode pelaksanaan penelitian pada tahap awal mengidentifikasi lokasi wilayah studi dan proyeksi penduduk untuk mengetahui timbulan sampah hingga 20 tahun mendatang kemudian untuk mendapatkan hasil skoring lokasi terpilih berdasarkan variabel dan indikator yang ditentukan dalam metode selotif dilakukan dengan observasi langsung, wawancara dan kuesioner. Lokasi penelitian di Kelurahan Sungai Jawi Dalam kemudian membagi 2 zona calon lokasi yang akan dilakukan skoring dengan metode selotif. Dari hasil proyeksi penduduk pada tahun 2021, jumlah penduduk Kelurahan Sungai Jawi Dalam sebanyak 35.402 jiwa dengan laju timbulan sampah 2,68 liter/org/hari sehingga kapasitas sampah yang dihasilkan adalah 94.877 liter/hari. Kemudian dari skoring variabel indikator selotif zona A memperoleh nilai komulatif sebesar 1190 dan zona B sebesar 1030 sehingga zona yang terpilih sebagai lokasi pembangunan TPS 3R adalah zona A dengan ketersediaan lahan untuk pembangunan sebesar 896 m2. Direncanakan TPS 3R akan melayani 400KK, dengan laju timbulan sampah yang dihasilkan kemudian dibandingkan dengan timbulan sampah Kelurahan Sungai Jawi Dalam pada tahun 2021, kehadiran TPS 3R yang direncanakan dapat mengurangi 4,52% sampah yang masuk ke TPA. Kebutuhan lahan TPS 3R untuk melayani jumlah KK yang direncanakan sebesar 166,75 m2 terdiri dari penampungan sampah organik 5,0 m2, area pencacah 7,0 m2, area pengomposan 36,75 m2, area pengayakan 24,0 m2, dan area sampah anorganik 9,0 m2 kemudian sarana pendukung seperti gudang 18,0 m2, kantor 18,0 m2 pos jaga 3,0 m2 area residu 10,0 m2, garasi gerobak motor 30 m2 dan kamar mandi / WC 6,0 m2.

 

 

Kata kunci : sampah, selotif, TPS 3R


Keywords


waste, selotif, recycling area

Full Text:

PDF

References


Azmiyah, Nur. 2014. Perencanaan Sistem Pengelolaan Sampah Terpadu di Kawasan Pasar Flamboyan Kota Pontianak. Pontianak : Universitas Tanjungpura.

Azwar, Saifuddin.2004. Metode Penelitian.Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Chaer, Abdul.1993. Gramatika Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta. 2003. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Badan Pusat Statistik. 2019. Kecamatan Pontianak Barat Dalam Angka 2019. Pontianak : Badan Pusat Statistik Kota Pontianak.

Bappeda Kota Pontianak. 2013. Masterplan Persampahan Kota Pontianak. Pontianak : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Pontianak.

Damanhuri, E. 2010. Pengelolaan Sampah. Diktat Kuliah TL-3014 Edisi Semester 1. Bandung : Institur Teknologi Bandung.

Damanhuri, E., Padmi, T., Azhar, N., Meilany, L.T. 1989. Pengkajian Laju Timbulan Sampah di Indonesia. Puslitbang Permukiman Dept. Pekerjaan Umum. Bandung : Institut Teknologi Bandung

Himmah, Elza Af’idatul, dkk. 2014. Aplikasi Pengelolaan Sampah Terpadu Di Kelurahan Tembalang Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol 2(1)

Undang-undang No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah. Jakarta : Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Widiyaningrum, Priyantini dan Lisdiana. 2015. Efektivitas Proses Pengomposan Sampah Daun dengan Tiga Sumber Aktivator Berbeda. Semarang : Jurnal Rekayasa Vol. 13 No. 2 Universitas Negeri Semara




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jtllb.v9i2.47646

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.