FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI VASEKTOMI DI DESA PAHAUMAN KABUPATEN LANDAK

Natalia Mela Pratama, Agus Fitriangga, Ikbal Fradianto

Abstract


Latar belakang : Vasektomi merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang dilakukan pada pria. Saat ini partisipasi pria dalam menyukseskan program KB masih sangat kurang, hal ini dipengaruhi oleh berbagai macam hal. Keikutsertaan pria dalam ber-KB di Kabupaten Landak sendiri sangat rendah, sehingga diperlukan upaya penanganan agar dapat menyadarkan masyarakat bahwa pria juga ikut bertanggung jawab dalam menyukseskan program KB. Tujuan : mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi vasektomi di Desa Pahauman Kabupaten Landak. Metode : desain penelitian ini menggunakan penelitian analitik observational dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Pahauman, Kabupaten Landak pada tanggal 27 Juni-5 juli 2019. Populasi pada penelitian ini adalah laki-laki yang sudah menikah di Desa Pahauman yang berjumlah 3085 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan metode Consecutive sampling dan sampel sebanyak 97 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk mengukur variabel pemilihan metode kontrasepsi vasektomi, pengetahuan, agama, tingkat ekonomi, peran petugas kesehatan dan sosial budaya. Data dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil : Berdasarkan analisa data univariat diketahui distribusi data karakteristik responden diperoleh (54,6%) responden berusia 36-45 tahun, (60,8%) beragama Khatolik, (81,4%) bersuku Dayak, (41,2%) memiliki anak 2 orang, (44,3%) menggunakan kontrasepsi pil, (57,7%) berpendidikan terakhir SMA dan sebagian besar responden tidak mendukung vasektomi (73,2%). Hasil analisa data bivariat diketahui nilai (p = 0,043) untuk variabel pengetahuan, (p = 0,591) untuk variabel agama, (p =0,853) untuk tingkat ekonomi, (p = 0,558) untuk peran petugas kesehatan dan (p = 0,313) pada variabel sosial budaya. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dengan pemilihan metode kontrasepsi vasektomi, sedangkan variabel agama, tingkat ekonomi, peran petugas kesehatan dan sosial budaya tidak berpengaruh. Kata Kunci : vasektomi, pengetahuan, agama, tingkat ekonomi, desa pahauman.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v3i1.42517

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Journal Visitors

Flag Counter