HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIANTAN HILIR

Raina Ulva Almira .

Abstract


Latar Belakang: Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyakit yang menular di dunia, terutama terjadi pada bayi dan balita. Indonesia merupakan enam dari negara di dunia dengan insiden ISPA pada balita paling tinggi yaitu mencakup 68,6 juta dari 156 juta kasus di dunia sedangkan di Provinsi Kalimantan Barat kasus ISPA pada balita yaitu 2.542 kasus. Puskesmas Siantan Hilir yang berada di kota pontianak menempati urutan pertama untuk kasus ISPA yaitu 33,8%. Pemenuhan kebutuhan gizi yang baik pada balita akan berdampak pada sistem imunitas tubuhnya sehingga daya tahan tubuhnya akan terjaga dengan baik dan tidak mudah terserang penyakit termasuk ISPA. 

Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Siantan Hilir

Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel 59 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data status gizi diperoleh dari menimbang berat badan menggunakan timbangan laica sesuai dengan standar SNI sedangkan data ISPA diperoleh dari rekam medik Puskesmas Siantan Hilir. Analisis pada penelitian ini menggunakan Kolmogorov Smirnov.

Hasil: Sebanyak 54,2 % responden laki-laki. Usia 12-24 bulan paling dominan yaitu 42,4 %. Sebanyak  11,9 % mengalami gizi buruk, 30,5 % dengan gizi kurang, serta 57,6 % dengan gizi baik. Sebanyak 84,7 % mengalami ISPA ringan dan  15,3 % mengalami ISPA berat. Hasil analisis Kolmogorov Smirnov nilai p = 0,044 (p = < 0,05).

Kesimpulan: Ada hubungan antara status gizi dengan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Siantan Hilir. 


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jpn.v3i1.26542

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Journal Visitors

Flag Counter