UJI EFEKTIVITAS CUKA ORGANIK PADA KULTUR MONOSENIK ISOLAT Glomus mosseae

ilham ilham, Hanna Artuti Ekamawanti, H A Oramahi

Abstract


This study aimed to evaluate the effectiveness of organic vinegar on the monoxenic culture of Glomus mosseae isolates. This study used a completely randomized design (CRD), with treatments, namely the types of organic vinegar, NPK fertilizer (25-5-25), and without fertilization with three replications for each treatment. The number of AMF spores and AMF colonization in roots were observed after culturing. The results showed that the organic vinegar (rubberwood vinegar, fern root vinegar, peat vinegar) at a dose of 1.5 mL/L. was applied as a stimulant in the monoxenic culture G. mosseae isolates, did not differ significantly in stimulating spore production. Compared to commercial NPK fertilizer, this indicates that organic vinegar also has the potential to be used as a substitute for commercial NPK fertilizers. Further research is needed to obtain an effective dosage of organic vinegar above 1.5 mL / L as a stimulant in producing AMF inoculum.

 Keywords: arbuscular mycorrhizal inoculum, fern-root, peat, rubberwood, vinegar             

 

 Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas cuka organik terhadap kultur monoksenik isolat Glomus mosseae. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan yaitu jenis cuka organik, pupuk NPK (25-5-25), dan tanpa pemupukan dengan tiga ulangan untuk setiap perlakuan. Jumlah spora FMA dan kolonisasi FMA pada akar diamati setelah pembiakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cuka organik (cuka kayu karet, cuka akar pakis, cuka gambut) dengan dosis 1,5 mL / L. diaplikasikan sebagai stimulan dalam kultur monoksenik isolat G. mosseae, tidak berbeda nyata dalam merangsang produksi spora. Dibandingkan dengan pupuk NPK komersial, hal ini menunjukkan bahwa cuka organik juga berpotensi untuk digunakan sebagai pengganti pupuk NPK komersial. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan dosis efektif cuka organik di atas 1,5 mL / L sebagai stimulan dalam memproduksi inokulum FMA.

                         

Kata kunci: inokulum mikoriza arbuskular, akar pakis, gambut, kayu karet, cuka

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jhl.v10i2.50122

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats

Dipublikasi oleh :

Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura