PERAN MANGROVE DALAM MEMITIGASI ANCAMAN DEGRADASI EKOSISTEMNYA DI POLARIA TANJUNG PAGAR KABUPATEN MEMPAWAH

Abdul Waif Waif, Dwi Astiani, Emi Roslinda

Abstract


The coast of Mempawah Regency is dominated by mangrove forest ecosystems. The mangrove forest has decreased a lot every year. The shrinkage that occurs in mangrove forest is not only caused by natural factors (abrasion and wind) but also due to logging activities by the local community. The degradation the occurs in mangrove forests is much influenced by the wives and tides of the sea. The existence of mangrove forest is thought to be very important to reduce the threat of degradation and can play a role in mitigating the damage to existing ecosystems. The function of mangrove forest in mitigating the threat of degradation encourages a further study of mangrove forest which is thought to has a physical function as a barrier to ecosystem damage. The method used is a survey method with sampling using the line transect technique. The technique of collecting data in the field uses a line transect technique that has been designed for placement. The results showed that there were three types, namely A. marina, R. apiculate, Crips decanal  tree level, the value of cover and density (tree / ha) is calculated to determine the standard criteria for determining mangrove forest damage. The closing rate is very high with a final value of 99.61%. The results of the calculation of the density value (trees / ha) above > 1500 amounting to 14,866.67, this shows that the tree density in the mangrove forest in Mendalok Village is very high. Based on the data from the analysis, Polaria Tanjung Pagar mangrove forest generally has the ability to minimize the degradation.

Keywords: coverage, degradation, density, mangrove, mitigation

Abstrak

Pesisir Kabupaten Mempawah didominasi oleh ekosistem hutan mangrove. Hutan mangrove tersebut banyak mengalami penyusutan setiap tahunnya. Penyusutan yang terjadi pada hutan mangrove selain disebabkan oleh faktor alam (abrasi dan angin) juga disebabkan adanya aktivitas penebangan oleh masyarakat sekitar. Degradasi yang terjadi di hutan mangrove banyak dipengaruhi adanya gelombang dan pasang surut air laut. Keberadaan hutan mangrove diduga sangat penting untuk mengurangi ancaman degradasi dan dapat berperan untuk memitgasi kerusakan ekosistem yang ada. Fungsi hutan mangrove dalam memitigasi dari ancaman degradasi ini mendorong untuk dilakukannya pengkajian lebih dalam terhadap hutan mangrove yang diduga memiliki fungsi fisik sebagai penahan kerusakan ekosistem. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pengambilan contoh mengunakan tehnik garis transek. Tehnik pengambilan data di lapangan mengunakan tehnik garis transek yang sudah didesain penempatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan tiga jenis yakni Avicennia marina, Rhizopora apiculata, Ceriops decandra. Tingkat pohon dihitung nilai penutupan dan kerapatan (pohon/ha) untuk mengetahui kriteria baku pedoman penentuan kerusakan hutan mangrove. Tingkat penutupan sangat tinggi dengan nilai akhir sebesar 99,61%. Hasil perhitungan nilai kerapatan (pohon/ha) diatas >1500 sebesar 14.866,67, hal tersebut menunjukkan kerapatan pohon di hutan mangrove Desa Mendalok sangat tinggi. Berdasarkan data hasil analisis pada hutan mangrove Polaria Tanjung Pagar secara umum memiliki kemampuan dalam meminimalisir terjadinya degradasi.

Kata Kunci: Degradasi, mitigasi, mangrove, kerapatan, penutupan.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jhl.v9i2.48978

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats

Dipublikasi oleh :

Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura