ETNOZOOLOGI SUKU DAYAK BENYADU UNTUK PENGOBATAN, RITUAL ADAT DAN MISTIS DI DESA UNTANG KECAMATAN BANYUKE HULU KABUPATEN LANDAK

Ibar Anugrah, M Sofwan Anwari, Ahmad Yani

Abstract


Humans utilize various biological resources to fulfill their daily needs, such as food, medicines, traditional ritual, mystical, regional arts, and hunting. Dayak Benyadu, located in Untang Village, Banyuke Hulu District, Landak Regency, is a Dayak tribe with cultural values inherited from their ancestors by generation. One of the cultures that still run until now is animals as medicine, traditional ritual, and mystical. This research aims to obtain data on animal species used as medicine, traditional ritual, and mystic, the animal body parts used, how to process, and how to use them. The method used in this research is the survey method, the selection of respondents conducted by snowball sampling techniques, and data collection used the questionnaire. Fourteen respondents obtained this research, eight animal species from 8 families used as a medicine, three species from 3 families used as traditional ritual, and three species from 3 families used as mystical by Dayak Benyadu community. The animal body parts used for treatment are flesh, spines, bile, legs, and blood. Variation of processing animals was scraped, dried, broken, roasted, boiled, and cooked. How to use the animal's body parts are drunk and eaten. The parts used for traditional rituals are the whole body and blood. The parts that are used for mystical values are the voice and the whole body.

Keywords: Dayak Benyadu, Traditional ritual, Untang Village.

Abstrak

Pemanfaatan berbagai sumber daya alam hayati dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.  Pemanfaatan yang digunakan yaitu sebagai makanan, obat-obatan, ritual adat, mistis, kesenian daerah, dan berburu. Suku Dayak Benyadu, yang terletak di Desa Untang, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak, adalah Suku Dayak yang masih menjalankan nilai-nilai budaya yang diwariskan dari leluhur mereka secara turun-temurun. Salah satu budaya yang masih berjalan hingga sekarang adalah memanfaatkan satwa sebagai obat, ritual adat dan mistis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data jenis satwa yang digunakan sebagai obat, ritual adat dan mistis, bagian-bagian yang digunakan, cara pengolahan dan cara penggunaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan teknik snowball sampling dan pengumpulan data menggunakan kuisioner. Penelitian ini diperoleh 14 responden terpilih dan diperoleh 8 jenis satwa dari 8 famili yang digunakan sebagai obat, 3 jenis satwa dari 3 famili yang digunakan sebagai ritual adat dan 3 jenis satwa dari 3 famili yang digunakan  untuk mistis oleh masyarakat Dayak Benyadu. Bagian tubuh yang digunakan untuk pengobatan adalah daging, duri, empedu, kaki, dan darah. Cara pengolahan satwa tersebut bervariasi, ada yang dikikis, dikeringkan, dipecah, dibakar, direbus, dan dimasak. Cara menggunakan bagian tubuh satwa tersebut diminum dan dimakan. Bagian yang digunakan untuk ritual adat adalah  seluruh badan dan darah. Bagian yang dimanfaatkan untuk nilai mistis adalah suara dan seluruh badan. 

Kata Kunci: Dayak Benyadu, Desa Untang, Ritual Adat.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jhl.v9i2.46759

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats

Dipublikasi oleh :

Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura