ETNOBOTANI UPACARA ADAT PAMOLE BEO OLEH SUKU DAYAK TAMAMBALOH DI DESA BANUA UJUNG KECAMATAN EMBALOH HULU KABUPATEN KAPUAS HULU (Etnobotany Traditional Ceremonies Pamole Beo By The Dayak Tamambaloh Tribe Of Banua Ujung Village, Kapuas Hulu District)

Dwi Anggreini, Eva Tavita, Lolyta Sisillia

Abstract


ETNOBOTANI UPACARA ADAT PAMOLE BEO OLEH SUKU DAYAK TAMAMBALOH DI DESA BANUA UJUNG KECAMATAN

EMBALOH HULU KABUPATEN KAPUAS HULU

 

 (Etnobotany  Traditional Ceremonies  Pamole Beo  By The Dayak Tamambaloh Tribe Of Banua Ujung Village, Kapuas Hulu District)

Abstract

 

This study aims to obtain data on plant species for the traditional pamole beo ritual ceremony by the Dayak Tamambaloh tribe in Banua Ujung Village, Embaloh Hulu District, Kapuas Hulu Regency. The research used a survey method. The technique of determining respondents using snowball sampling. The results showed that the plants used by the Dayak Tamambaloh Tribe were 20 species from 12 families. The highest use of habitus was trees with 9 species (45%). The most widely used part of the plant is the stem (40%). The highest utilization of plants, based on status in nature, is natural plants in the forest (75%.). Plants that have the highest UV are Schizostazchyum Sp, Arenga pinnata Merr, Oryza sativa Var. glutinosa and Cotylelobium elanoxylon (1). The highest Informant Consensus Factor (ICF) was the ritual of malao daun takalong (0.94). Bekende with the highest FIV value was Arecaceae, Dipterocarpaceae, Poaceae, with a value of 100%.

Keywords:, Ethnobotany, Dayak Tamambaloh, Pamole Beo

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data jenis tumbuhan untuk upacara ritual adat pamole beo oleh suku Dayak Tamambaloh di Desa Banua Ujung, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu. Metode yang digunakan adalah metode survey. Teknik menentukan responden menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan yang dimanfaatkan Suku Dayak Tamambaloh sebanyak 20 spesies dari 12 famili. Penggunaan Habitus tertinggi adalah pohon sebanyak 9 jenis (45%). Pemanfaatan tumbuhan tertinggi, berdasarkan status di alam adalah tumbuhan alami di hutan (75%.) Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah batang (40%). Tumbuhan dengan nilai (UV) tertinggi adalah Schizostachyum sp, Arenga pinnata Merr, Oriza sativa Var. glutinosa dan Cotylelobium melanoxylon (1). Informants Concensus Factor (ICF) tertinggi adalah ritual adat malao daun takalong yaitu (0,94). Analisis Famili Importance Value (FIV) tertinggi adalah Arecaceae, Dipterocarpaceae, dan Poaceae, dengan nilai sebanyak (100%).

Kata kunci: Etnobotani, Dayak Tamambaloh, Pamole Beo


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jhl.v9i2.45353

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats

Dipublikasi oleh :

Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura