UPACARA ADAT KEMATIAN MASYARAKAT TIONGHOA DALAM PERSPEKTIF AGAMA KRISTEN PROTESTAN PADA YAYASAN GOLGOTA GEREJA KRISTEN KALIMANTAN BARAT DI PONTIANAK

LINDA WIJAYA - A01111229

Abstract


Upacara adat kematian merupakan salah satu adat budaya yang dilakukan untuk orang yang sudah meninggal oleh keluarga yang ditinggalkan. Pelaksanaannya diikat oleh seperangkat aturan, makna dan kepercayaan di dalamnya yang berbeda di setiap kelompok masyarakat, termasuk masyarakat Tionghoa yang mendasarkan pada ajaran Confusius, di mana upacara adat kematiannya dilakukan berdasarkan keyakinan dari nenek moyang yang dianut secara turun temurun.

Upacara adat kematian masyarakat Tionghoa meliputi seluruh kegiatan dari seseorang meninggal, disemayamkan, sampai setelah dimakamkan. Secara umum saat seseorang meninggal, orang yang meninggal akan disemayamkan terlebih dahulu baru kemudian dimakamkan. Pelaksanaan upacara adat kematian masyarakat Tionghoa dimulai dari pembersihan jenazah, penyuapan makan, menggunakan hio sebagai alat komunikasi, adanya pembakaran uang kertas dan perabot kertas, pantangan unsur warna merah, sembayang langit, pelemparan kip siaw, pembawaan hio lou, peletakkan peti, menggigit ujung peti oleh anak laki-laki tertua, penaburan cheng ci, dan co chit.

Perbedaan pandangan dan pemaknaan akan kematian dalam segi religi mendorong perlakuan yang berbeda pula dalam pelaksanaan upacara adat itu sendiri. Walaupun berasal dari satu kelompok masyarakat yang sama, agama menjadi salah satu faktor yang memberi pengaruh dan perbedaan saat melaksanakan upacara adat kematian masyarakat Tionghoa. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti dan membahasnya dalam karya ilmiah berbentuk skripsi ini dengan judul “UPACARA ADAT KEMATIAN MASYARAKAT TIONGHOA DALAM PERSPEKTIF AGAMA KRISTEN PROTESTAN PADA YAYASAN GOLGOTA GEREJA KRISTEN KALIMANTAN BARAT DI PONTIANAK”.

Rumusan masalah dari penelitian ini adalah apakah pelaksanaan upacara adat kematian bagi masyarakat Tionghoa yang menganut agama Kristen Protestan pada Yayasan Golgota GKKB di Pontianak mengalami perubahan dari yang berlaku umum. Tujuan penulisan ini yang pertama adalah untuk mendapatkan data dan informasi tentang gambaran tata cara pelaksanaan upacara adat kematian masyarakat Tionghoa yang menganut agama Kristen Protestan pada Yayasan Golgota GKKB di Pontianak, yang kedua adalah untuk mengungkapkan tata cara dari upacara adat kematian bagi masyarakat Tionghoa yang menganut agama Kristen Protestan pada Yayasan Golgota GKKB di Pontianak, yang ketiga adalah untuk mengungkapkan akibat hukum bagi masyarakat Tionghoa beragama Kristen Protestan yang tidak melaksanakan upacara kematian menurut adat Tionghoa pada umumnya di Yayasan Golgota, yang keempat adalah untuk mengungkapkan upaya yang dapat dilakukan oleh tokoh masyarakat Tionghoa Pontianak dalam mempertahankan tradisi pelaksanaan upacara adat kematian bagi masyarakat Tionghoa yang menganut agama Kristen Protestan.

Metodologi yang dipakai dalam penulisan skripsi ini adalah metode penelitian  empiris dengan pendekatan deskriptif analisis. Dari hasil penelitian dan pengolahan data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan pelaksanaan upacara kematian yang dilakukan masyarakat Tionghoa yang menganut agama Kristen Protestan berbeda dengan pelaksanaan upacara adat kematian masyarakat Tionghoa pada umumnya yang cenderung lebih rumit. Selain itu tidak ada sanksi terhadap pihak yang melanggar tata cara pelaksanaan upacara adat kematian masyarakat Tionghoa karena tidak adanya aturan tertulis yang mengatur. Adapun saran yang dapat diberikan adalah pelaksanaan upacara adat kematian masyarakat Tionghoa patut dilestarikan dan dilaksanakan terus menerus karena merupakan warisan budaya dari leluhur, perlu adanya buku pedoman pelaksanaan upacara adat kematian masyarakat Tionghoa yang dapat membantu generasi-generasi muda sebagai salah satu cara pelestarian tradisi upacara adat kematian masyarakat Tionghoa, khususnya di Pontianak, serta perlu adanya inkulturasi budaya dalam Gereja sehingga adat dapat terus hidup dan dilestarikan walaupun mempunyai religi yang berbeda.

 

Key word : Upacara adat kematian, Masyarakat Tionghoa, Kristen Protestan


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered By : Team Journal - Faculty of Law - Tanjungpura University 2013