WANPRESTASI DEBITUR DALAM PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN PADA PERUSAHAAN PT. ADIRA FINANCE DI KOTA SINGKAWANG

GUSTAV ROMLI SIANIPAR - A11110090

Abstract


PT. ADIRA FINANCE merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan konsumen kendaraan bermotor. PT. ADIRA FINANCE telah menjadi salah satu perusahaan pembiayaan terbesar saat ini. PT. ADIRA FINANCE telah memiliki banyak cabang di seluruh Indonesia. Termasuk di salah satu kota di wilayah Kalimantan Barat, Singkawang. Dengan hadirnya PT ADIRA FINANCE di kota Singkawang, kebutuhan masyarakat dibidang transportasi(motor) dapat terpenuhi melalui perjanjian pembiayaan konsumen antara masyarakat(debitur) dengan PT. ADIRA FINANCE di Kota Singkawang. Namun suatu perjanjian pembiayaan tidak menutup  kemungkinan jika terjadi salah satu pihak lalai dalam melaksanakan kewajibannya seperti yang diperjanjikan maka pihak yang lalai tersebut dapat  dikatakan cidera janji atau wanprestasi. Skripsi ini memuat rumusan masalah: “Faktor Apa Yang Menyebabkan Debitur Wanprestasi Dalam Perjanjian Pembiayaan Konsumen Pada Perusahaan PT. ADIRA Finance di Kota Singkawang?”.Adapun metode penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode penelitian hokum empiris dengan pendekatan deskriptif analisis. Penelitian hukum empiris yaitu penelitian hukum yang berasal dari kesenjangan antara teori dengan kehidupan nyata yang menggunakan hipotesis, landasan teoritis, kerangka konsep, data sekunder dan data primer. Metode deskriptif yaitu suatu prosedur untuk memecahkan masalah yang dihadapi dengan menggambarkan keadaan pada saat sekarang, berdasarkan fakta yang ada sewaktu penelitian. Selanjutnya mengenai pelaksanaan perjanjian pembiayaan antara PT. ADIRA FINANCE Kota Singkawang dengan debitur tentu saja ada kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh kedua belah pihak, akan tetapi debitur tidak memenuhi kewajibannya seperti dalam perjanjian(wanprestasi). Adapun faktor penyebab debitur PT. ADIRA FINANCE Kota Singkawang wanprestasi dalam perjanjian konsumen adalah dikarenakan tidak adanya uang pada saat tanggal pembayaran tagihan bulanan serta adanya kebutuhan yang mendesak.Akibat hukum yang ditimbulkan dikarenakan debitur yang wanprestasi adalah diminta ganti rugi berupa pembayaran denda. Di dalam melakukan kegiatan, masing-masing orang dihadapkan pada kebutuhan atau kepentingan berbeda-beda, yang mana dalam memenuhinya bisa dilakukan dengan mengadakan hubungan dengan sesamanya. Dengan seiring berkembangnya teknologi, dengan segala cara masyarakatberusaha mendapatkan barang-barang kebutuhannya, berbagai kemudahan diciptakan dengan cepat diserap dan diterapkan pula.  Di dalam suasanaperdagangan saat ini, bisa dikatakan sebagian besar kekayaan masyarakat terdiri dari keuntungan yang merekaperolehmelaluisuatuperjanjiantentangsuatuusahabersama orang lain. Dimana perjanjian itu harus dipenuhi segala peraturan yang ada. Sebagaimana diatur dalam Buku III tentang Perikatan, Perjanjian dalam      Pasal 1338 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (selanjutnya disingkat KUHPerdata) bersifat terbuka, dan menganut asas kebebasan berkontrak, berarti bahwa setiap orang diperbolehkan membuat perjanjian sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang dan ketertiban umum. Sebagai contoh perjanjian pembiayaan yang tidak adadiatur di dalam KUHPerdata, tetapi berdasarkan asas yang terkandung dalam Pasal 1338 KUHPerdata yang mengandung asas kebebasan membuat perjanjian. Sejak dulu walaupun belum ada suatu peraturan perundang-undangan yang mengatur, namun perjanjian pembiayaan telah dilakukan masyarakat, karena di samping Buku III KUHPerdata sifatnya terbuka, juga karena perjanjian ini sangat membantu para pihak lebih-lebih bagi para ekonomi lemah, dalam hal yang bersangkutan hendak memiliki suatu barang. Saat ini banyak sekali jenis-jenis pembiayaan yang ditawarkan pihak lembaga keuangan pada masyarakat dan juga dunia usaha, salah satu jenis pembiayaan yang ditawarkan kepada masyarakat adalah pembiayaan konsumen dengan jaminan fidusia. Hadirnya pembiayaan konsumen sehubungan dengan dikeluarkannya paket kebijaksanaan bidang pasar modal dan lembaga keuangan pada bulan Desember 1988 yang dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi dipandang perlu untuk memperluas sarana penyediaan dana yang dibutuhkan masyarakat, sehingga perannya sebagai sumber dana pembangunan semakin meningka Dalam memberikan fasilitas pembiayaan konsumen, perusahaan pembiayaan konsumen membuat perjanjian pembiayaan konsumen yang mengatur tentang penyediaan dana bagi pembelian barang-barang tertentu. Bentuk dari perjanjian pembiayaan konsumen biasanya dituangkan dalam perjanjian baku. Bentuk ini dipakai oleh karena adanya segi positif dari perjanjian baku yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang menghendaki segala sesuatunya dilakukan secara praktis, cepat dan efisien, serta terencana, tanpa mengabaikan kepastian hukum Perjanjian pembiayaan konsumen pada dasarnya adalah kewajiban untuk memenuhi suatu perikatan, dimana suatu perikatan dapat lahir dari suatu perjanjian atau undang-undang. Pembiayaan konsumen juga merupakan perjanjian, maka dapat disimpulkan bahwa pembiayaan konsumen merupakan suatu perjanjian yang menghasilkan perikatan Dalam sistem pembiayaan konsumen ini, dapat saja suatu perusahaan pembiayaan memberikan bantuan dana untuk pembelian barang-barang produk dari perusahaan dalam kelompoknya, seperti yang dilakukan oleh PT. Adira Finance yang menyediakan pembiayaan konsumen terhadap penjualan produk-produk sepeda motor PT. ADIRA FINANCE adalah perusahaan yang bergerak di sektor pembiayaan konsumen dalm hal kredit motor. PT. ADIRA FINANCE didirikan sejak tahun 1990, telah menjadi perusahaan pembiayaan terbesar saat ini untuk membiayain berbagai merek otomotif di Indonesia berdasarkan ukuran pencapaian laba bersih, pencapaian pangsa pasar secara keseluruhan dan jumlah aset yang dikelola Dalamaktivitasusahanyamelakukanpembiayaanterhadapkonsumen, padaperiodeJanuarisampaidenganJuli 2014, PT. ADIRA Finance Kota Singkawangtelahmelakukanbanyakpembiayaandenganjumlah yang berbeda

bedasetiapbulannya.Sesuaidenganperjanjianpembiayaan yang diakukanantara PT.ADIRA FINANCE Kota Singkawangdengandebiturtersebut, debiturseharusnyamelakukanpembiayaankepada PT.ADIRA FINANCE Kota Singkawangsesuaidengantanggal yang ditentukandalamperjanjian. Namunpadakenyataannya ,adajugadebitur yang tidakmembayarpadatanggal yang telahditentukan. Hal inidisebutjugawanprestasi

Bertitik tolak dari masalah tersebut, maka penulis merasa tertarik untuk mengungkapkannya dalam bentuk skripsi yang berjudul : “WANPRESTASI DEBITUR DALAM PERJANJIAN PEMBIAYAAN KONSUMEN PADA PERUSAHAAN PT. ADIRA FINANCE di KOTA SINGKAWANG’’

Kata Kunci: Perjanjian Pembiayaan, Debitur, Wanprestasi


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered By : Team Journal - Faculty of Law - Tanjungpura University 2013