FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KEJAHATAN KESUSILAAN OLEH ANAK TERHADAP ANAK DI KOTA PONTIANAK

DANIEL SIMANUNGKALIT - A01110009

Abstract


Anak adalah generasi penerus yang akan melanjutkan cita – cita perjuangan bangsa dan negara serta menggantikan posisi generasi – generasi yang saat ini ada dalam berbagai bidang kehidupan. Karena itu tumbuh kembang anak menjadi perhatian bukan hanya bagi keluarga namun juga negara.

Namun demikian dalam prosesnya, perkembangan anak tidak selalu sesuai dengan harapan, seringkali dalam proses perkembangannya anak terjerumus ke dalam kenakalan anak atau Juvenile Delinquency. Pengertian Juvenile Delinquency sendiri bukan hanya sekedar kenakalan anak pada umumnya namun sudah masuk pada lingkup kejahatan karena Delinquency tidak hanya diartikan sebagai doing wrong namun lebih luas dari itu yaitu jahat, a-sosial, kriminal, pelanggar aturan, pembuat ribut, pengacau, penteror, tidak dapat diperbaiki lagi, durjana, dursila dan lain – lain.

Kejahatan yang dilakukan anak tidak dapat lagi dipandang sebelah mata bukan hanya karena jumlahnya yang semakin meningkat namun juga karena yang melakukan merupakan generasi penerus bangsa dan negara serta sekarang kejahatan yang dilakukan anak semakin variatif jenisnya, salah satunya yang sangat mengkhawatirkan adalah kejahatan kesusilaan yang dilakukan anak terhadap anak. Kejahatan kesusilaan ini menjadi sangat mengkhawatirkan karena kejahatan ini sangat berhubungan dengan kualitas moral calon – calon generasi penerus bangsa dan negara sehingga saat kejahatan kesusilaan yang dilakukan anak terhadap anak ini terjadi maka sedikitnya negara kehilangan dua orang generasi penerus pada setiap peristiwa kejahatan ini. Kejahatan kesusilaan terhadap anak diatur dalam Undang – Undang Perlindungan Anak Nomor 23 tahun 2002 yaitu dalam pasal 81 dan 82.

Berdasarkan hasil wawancara dan penyebaran angket kepada sampel – sampel dalam penelitian ini yaitu anak binaan Lapas Anak Kota Pontianak yang merupakan pelaku kejahatan kesusilaan, petugas Lapas Anak Kota Pontianak, petugas Balai Pemasyarakatan Pontianak, orang tua pelaku serta Komisioner KPAID Kalimantan Barat dapat disimpulkan terdapat dua faktor yang menyebabkan anak melakukan kejahatan kesusilaan anak terhadap anak yaitu faktor internal yang merupakan faktor dari dalam diri anak itu sendiri khususnya pada masa transisi dari anak – anak menuju dewasa (masa puber) karena pada masa ini kondisi anak masih sangat labil baik secara fisik maupun psikis yang mempengaruhi perkembangan seksual anak, dan didukung oleh faktor eksternal yaitu kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh lingkungan pertemanan, dan pengaruh media elektronik (teknologi). Faktor – faktor ini saling berkaitan dan menjadi sebab-akibat antar tiap faktornya dimana kurangnya pengawasan dan perhatian orang tua pada saat anak mengalami masa transisi maka dengan mudah pengaruh lingkungan dan media elektronik (teknologi) juga mempengaruhi mereka untuk melakukan kejahatan kesusilaan terhadap anak karena kedua hal itu menjadi pelarian anak saat mengalami masa transisi terlebih jika lingkungan pergaulan dan media elektronik tidak dalam pengawasan orang tua

Untuk mencegah terjadinya hal ini dibutuhkan perhatian orang tua dalam hal saat anak mengalami masa transisi, pengawasan dalam pergaulan (lingkungan pertemanan baik di sekolah maupun luar sekolah) serta pengawasan dalam penggunaan teknologi terutama yang memiliki akses internet.

 

Kata Kunci : Anak, Kesusilaan, Faktor Penyebab

mor 23 tahun 2002 yaitu dalam pasal 81 dan 82.

 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered By : Team Journal - Faculty of Law - Tanjungpura University 2013